Puisi Seorang Mujahidin

Jumat, 01 Desember 2017

Petunjuk Jalan !!!!

PETUNJUK DALAM MENEMUKAN KEBENARAN

1. "Akan datang pasukan dari umat terbaikku di Syam, Irak, dan Yaman..." (hadits shahih Muslim)

2. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Nanti pasukan musuh akan memerangi kamu dibawah 80 bendera. Dan tiap-tiap bendera memiliki 12000 pasukan." (hadits shahih Muslim)

Mari kita perhatikan siapa 80 bendera tersebut? Apakah hampir cocok dengan koalisi yang dipimpin oleh Amerika yang sudah lebih dari 50 negara yang saat ini memerangi Daulah Islamiyah (IS) ?

3. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Lihatlah kemana arah jatuhnya panah dari musuh-musuh Allah, maka kalian dapat melihat kelompok mana yang benar dan salah." (HR. Muslim)

Tentu kita bisa melihat kemanakah arah sasaran serangan ketika Israel bergabung dengan Amerika dan juga bergabung dengan puluhan negara dan juga ditambah Syiah saat mereka bersatu kesemuanya menyerang DAULAH KHILAFAH ISLAMIYAH (IS).

4.Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Jika kalian melihat pasukan yang membawa panji hitam (bendera Tauhid) dari arah khurasan, maka berbaiatlah kalian walau harus merangkak diatas salju, karena disana terdapat khalifah yang telah Allah beri petunjuk." (HR. Muslim)

Apakah koalisi Amerika memakai panji hitam seperti panjinya Rasulullah? Ataukah kelompok Syiah? Ataukah puluhan negara-negara yang sedang bergabung dengan koalisi?

5. Rasulullah Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda, "Jika fitnah tengah terjadi diseluruh dunia, maka iman adanya di negeri Syam." (Hadits shahih)

Fitnah yang dimaksud adalah ketidakjelasan berita di akhir zaman yang menimbulkan kekeliruan dan kebohongan dari berbagai sumber. Maka Rasulullah memberi tahu jika fitnah atau kekeliruan itu sedang terjadi diseluruh dunia, maka kita harus percaya bahwa kebenaran letaknya ada di negeri Syam.

6. Kesimpulannya adalah banyak diantara kita yang bertanya-tanya, jika kebenaran ada di negeri Syam, dan jika pasukan Rasulullah berada dinegeri Syam, Irak dan Yaman, lalu kelompok mana yang harus kita ikuti dan kita yakini?

Jawabannya adalah : Mari kita tanyakan kepada hati kita dan pilihlah mana yang sesuai dengan al-Qur'an dan Hadits.

- Apakah kita akan memilih kelompok kafir Amerika yang bergabung dengan negara-negara Thaghut?

- Ataukah kita akan memilih kelompok Syiah yang sudah jelas-jelas mengkafirkan shahabat Rasulullah dan mengkafirkan istri Rasulullah padahal Allah sudah menjamin 10 shahabat rasul yang masuk syurga. Syiah juga menghalalkan nikah mut'ah yang padahal didalam hadits nabi sudah melarang nikah mut'ah dilakukan?

- Ataukah kita akan berdiam diri?

¤ BAGAIMANAKAH KITA MENGENALI PASUKAN PANJI HITAM YANG AKAN MENJADI BALA TENTARA KHALIFAH AKHIR ZAMAN ?

Imam Abu Hanifah Ulama Fiqh yang terkenal dengan pedagang yang sukses pernah ditanya oleh muridnya, "Wahai Imam, bagaimanakah kita mengenali pasukan panji hitam yang akan menjadi bala tentara khalifah akhir zaman? Bukankah pasukan Bani Abbasiyah sekarang juga berpanji hitam?"

Imam Abu Hanifah Menjawab, "Panji hitam yang menjadi pasukan Imam Mahdi tidak sama dengan panji hitam pasukan Bani Abbasiyah, di bendera itu ada cap stempelnya Rasulullah yang membedakan mereka dengan yang lainnya. Perjuangan pasukan itu tidak semudah perjuangan pasukan Bani Abbasiyah dalam membangun kekhalifahannya. Mereka muncul di puncaknya fitnah dhuhaima.

Kemunculan mereka akan memisahkan ummat ini menjadi dua bagian :

~ Bagian yang satu adalah bagian keimanan yang tidak bercampur dengan kemunafikan.

~ Dan bagian yang kedua adalah bagian kemunafikan yang tidak bercampur dengan keimanan.

Mereka sangat keras terhadap orang-orang Kafir dan Munafiq, namun mereka sangat berlemah lembut pada orang-orang Mukmin. Hati mereka bagaikan kepingan besi, jangan sekali-kali kau berharap mereka punya belas kasihan terhadap orang-orang Kafir Itu."

 

Murid Itu Bertanya Kembali Pada Beliau, "Kenapa mereka tak mau berbelas kasih, bukankah bagi orang-orang Kafir itu juga ada tawanan dan pengampunan?"
Imam Abu Hanifah Menjawab, " Iya ada, tapi waktu itu sudah tidak berlaku. Karena orang-orang Kafir sudah sangat terlanjur melampaui batas terhadap kita."
(Diangkat dari Kitab Al-Malahim karangan Imam Abu Dawud dan Kitab Tafsir Ibnu Katsir dalam Bab Al-Fitan).

Apakah Anda Korban..???

APAKAH ANDA TERMASUK KORBAN PEMBODOHAN MASSAL OLEH DA'I DA'I KELEDAI....??? 

________________________

Ketika da'i da'i bertransformasi menjadi alat penggiringan opini demi kepentingan penguasa Fira'un akhir zaman...

Mereka jadikan aksi jihad bela Islam dengan bertahakum kepada thaghut. 

Mereka jadikan toleransi islam sebagai loyalitas kepada kaum kuffar, thoghut dan musyrikin.

Mereka jadikan demokrasi kufur dan syirik sebagai syura yg syar'i.

Dimana Islam kaffah dilabeli sesat dan Extrims...

Saat mujahid dicap teroris...

Ketika para penentang thaghut di gelari KHAWARIJ ...

Dan penegak syariat islam distempeli radikal...

Sedang memegang fundamental Islam berarti cacat mental....

Sadarlah ini Berarti telah terjadi pembodohan massal ! !

Maka berhentilah mencari agama pada da'i da'i "keledai" yg sudah disensor deradikalisasi alias proyek pendangkalan aqidah oleh penguasa tiran!

Mereka mengajarimu pembatal wudhu, shalat dan puasa, TAPI  tak pernah membahas PEMBATAL  KEISLAMAN  !

Yang mengajarimu keharaman menyembah THAGUT  dalam bentuk PATUNG  berhala, tapi menutupi kewajiban MENGINGKARI  HUKUM  THAGUT  dalam bentuk penguasa tiran seperti firaun dijaman Nabi Musa !

Yang mengajarimu bertololransi kepada musuh islam, dan menutup mata dengan terjadinya pembantaian² !

Yang mendalilimu 1 hadist dhaif jihad hawa nafsu, dan membuang ratusan dalil Al Quran untuk jihad!

Sungguh mereka hanyalah ulama ANJING  yg menjual agama dngn murah kepada penguasa digelari dalam Al-Quran  QS.Al Araf 175, 176 :

"Dan bacakanlah kepada mereka berita orang yang telah Kami berikan kepadanya ayat-ayat Kami (pengetahuan tentang isi Al Kitab), kemudian Dia (ulama) melepaskan diri dari pada ayat-ayat itu, lalu Dia diikuti oleh syaitan (sampai Dia tergoda), Maka jadilah Dia Termasuk orang-orang yang sesat.
Dan kalau Kami menghendaki, Sesungguhnya Kami tinggikan (derajat)nya dengan ayat-ayat itu, tetapi Dia cenderung kepada dunia dan menurutkan hawa nafsunya yang rendah, Maka perumpamaannya seperti ANJING, jika kamu menghalaunya diulurkannya lidahnya dan jika kamu membiarkannya Dia mengulurkan lidahnya (juga). demikian Itulah perumpamaan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami. Maka Ceritakanlah (kepada mereka) kisah-kisah itu agar mereka berfikir...

"Mereka menjual ayat-ayat Allah dengan harga yang murah, lalu mereka menghalangi (manusia) darijalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan.

(QS at-Taubah [9]: 9).

Semoga Allah Ar Rahman meneguhkan kita semua dan ulama2 tauhid di akhir zaman... karena merekalah pewaris para nabi dan Rasul sungguhan!

Yang mana mereka mengajak kamu untuk kufur pada penguasa thagut firaun akhir zaman!

Sedang inti dakwah Rasul memang itulah adanya sebagaimana Alquran menjelaskan :

“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): "Sembahlah Allah (saja), dan JAUHILAH  THAGHUT  itu", maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah PASTI  KESESATAN  baginya. Maka berjalanlah kamu dimukabumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan (azab) orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul)." QS.16;36

Minggu, 24 September 2017

Kesamaan Syirik Kuburan dan Syirik Hukum

بسم الله الرحمن الرحيم

(Nasehat Untuk Para Penyeru Tauhid)

Sebagian kaum ada yang fokus hanya di dalam masalah SYIRIK KUBURAN saja, tapi acuh tak acuh dalam masalah SYIRIK HUKUM. Lantas, apakah sikap seperti ini benar? Mari kita lihat pendapat ulama rujukan mereka juga yaitu al-Allamah asy-Syaikh al-Amin asy-Syinqithi Rahimahullah:

الإشراك بالله في حكمه والإشراك في عبادته كلها بمعنى واحد، ولا يفرق بينهما البتة، فالذي يتبع نظاما غير نظام الله، وتشريعا غير تشريع الله، كالذي يعبد الصنم ويسجد للوثن، لا فرق بينهما البتة بوجه من الوجوه، فهما واحد وكلاهما مشرك بالله.

"Penyekutuan terhadap Allah dalam HUKUM-NYA dan penyekutuan terhadap Allah dalam beribadah kepada-Nya, seluruhnya itu BERMAKNA SATU, tidak ada PERBEDAAN diantara keduanya sama sekali. Maka orang yang mengikuti ATURAN selain ATURAN ALLAH dan SYARIAT selain SYARIAT ALLAH, maka ia SEPERTI orang yang menyembah berhala dan bersujud kepada patung, tidak ada PERBEDAAN diantara keduanya sama sekali dari berbagai sisi, maka keduanya itu SAMA SAJA, dan keduanya itu adalah MUSYRIK".

(Adhwaul Bayan: 7/162)

Kesimpulan:

Jika kita telah mengetahui bahwa kedua macam bentuk syirik ini adalah SAMA SAJA, maka sudah selayaknya bagi penyeru Tauhid untuk fokus terhadap KEDUANYA, terutama kepada SYIRIK HUKUM karena kita berdasarkan waqi'/realita yang ada adalah hidup di zaman yang mana SYIRIK HUKUM ini menyebar di penjuru Bumi, jadi hendaklah kita wajib mendakwahkan Tauhid sampai HUKUM itu hanya milik Allah saja.

والله أعلم

Senin, 18 September 2017

Teruntuk musuhku...

▪️Radikal dan Intoleran▪️

📌 Islam tidak mengajarkan radikalisme, tapi Islam mengajarkan asyidda'u 'alal kuffar wa ruhama'u bainahum - tegas terhadap orang kafir dan berkasih sayang dengan sesama mu'min

📌 Islam mengajarkan toleransi terhadap perbedaan, tapi Islam juga mengajarkan amar ma'ruf nahi munkar

📌 Jika sikap tegas terhadap kekafiran dan simbol-simbolnya dianggap radikalisme, maka bagaimana sikap nabi menghancurkan 360 berhala saat Fathul Makkah, mau kalian  istilahkan apa?

📌 Jika kaum muslim tidak menyetujui adanya maksiat terang-terangan, atau pendirian rumah ibadah hang tidak sesuai aturan, lalu itu disebut intoleran, maka sikap sahabat nabi menumpahkan drum-drum minuman keras di Madinah saat turun ayat larangannya, mau kalian istilahkan apa?

📌 Kami akui kalian memang lihai bermain kata, menuduh, dan membuat stigma, karena kalian punya media dan dana dari mafia, tapi kalian lemah dalam memadamkan cahaya agama kami

📌 Mana ocehan kalian untuk RMS di Maluku Selatan..., bukankah ini gerakan radikal dan bahkan sparatisme-terorisme?

📌 Mana komentar kalian untuk OPM di Papua, .. yang telah jelas dan vulgar makarnya, membunuh TNI-POLRI, menginjak merah putih, ... kalian belagak buta padahal di depan mata,

📌 Jujur saja sudah .. jangan malu-malu untuk kalian katakan,  "Kami Anti Islam" 

📌 Ajaran Radikalisme yang kalian maksud adalah Islam dan kaum muslimin

📌 Gerakan Intoleransi yang kalian maksud adalah Islam dan kaum muslimin

📌 Kalian (Liberal, Nasrani, Sekuler ngaku muslim, kiri,  komunis) adalah konfigurasi kerjasama abadi kekuatan jahat, yang sudah kami antisipasi sejak lama

📌 Tidak usah berkilah, sebab permusuhan kalian lebih nampak dari kilahan kalian

📌 Tidak usah pura-pura, sebab cepat atau lambat kepura-puraan akan berakhir ..

📌 Katakan sesuka kalian tentang kami: radikal, intoleran, teroris, ekstrimis,  sampai kalian puas .. sebab sampai kapan pun ya begitulah kalian sejak dulu ..

📌 Jika menjalankan ajaran agama, istiqamah kepadanya, dan tegas terhadap kekafiran dan penyimpangan, diberikan berbagai stigma buruk oleh kalian,  maka sama sekali tidak  menyurutkan sikap kami .. , dan Insya Allah kami tidak  berubah

walhamdulillah

Thaghut Sia-sia Amalannya..!

AL AKHSARINA AMALA' bukan hanya sekedar Rugi ' tapi yang puaaliing Rugi
__________________________
.
Adalah orang mengira amalan mereka Di terima Alloh swt sedangkan Alloh tak menerima nya sama sekali. Mereka itu dari kalangan ahlul bidah khurafat yang ber wala loyalitas pada Kemusyrikan Rezim Thaghut 
___
Sedangkan para penguasa sistem syirik dan para pejabatnya serta para anggota parlemennya bukanlah orang mukmin tetapi mereka adalah Thaghut.
____

Semua ayat mengisyaratkan iman untuk diterimanya amal shalih, sedangkan para penyembah kuburan atau batu atau pohon keramat atau pengusung demokrasi atau hukum buatan manusia atau falsafah syirik (seperti Pancasila, dan Undang Undang Dasar buatan) atau aparat keamanan penguasa thaghut bukanlah orang yang kafir terhadap thaghut.

Jadi, kemanakah amalan-amalan yang mereka lakukan?

Maka jawabannya ; hilang, sirna lagi sia-sia, sebagaimana firman-Nya Swt :
“Sungguh, bila kamu berbuat syirik maka hapuslah amalanmu, dan sunguh kamu tergolong orang-orang yang rugi”
(QS. Az Zumar [39]: 65)
__
Amalan-amalan yang banyak itu hilang sia-sia dengan satu kali saja berbuat syirik, maka apa gerangan apabila orang tersebut terus-menerus berjalan di atas kemusyrikan, padahal ayat ini ancaman kepada Rasulullah saw yang tidak mungkin berbuat syirik. Dan begitu juga para nabi semuanya diancam dengan ancaman yang sama,  Allah Swt berfirman:

“Dan bila mereka berbuat syirik, maka lenyaplah dari mereka apa yang pernah mereka amalkan”
(QS. Al An’am  88)
__
Ya, lenyap bagaikan debu yang disapu angin topan, sebagaimana firman-Nya swt :
.
ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﺑِﺮَﺑِّﻬِﻢْ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟُﻬُﻢْ ﻛَﺮَﻣَﺎﺩٍ ﺍﺷْﺘَﺪَّﺕْ ﺑِﻪِ ﺍﻟﺮِّﻳﺢُ ﻓِﻲ ﻳَﻮْﻡٍ ﻋَﺎﺻِﻒٍ

“Orang-orang yang kafir kepada Tuhannya, amalan-amalan mereka (orang-orang musyrik/ kafir) adalah bagaikan debu yang diterpa oleh angin kencang di hari yang penuh badai”
(QS. Ibrahim 18)
__

Dalam ayat ini Allah serupakan amalan orang-orang kafir dengan debu, dan kekafiran/kemusyrikan diserupakan dengan angin topan.

Apa jadinya bila debu diterpa angin topan…?

Tentu lenyaplah debu itu.

Allah juga mengibaratkan amalan orang kafir itu dengan fatamorgana:
.
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﺃَﻋْﻤَﺎﻟُﻬُﻢْ ﻛَﺴَﺮَﺍﺏٍ ﺑِﻘِﻴﻌَﺔٍ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻪُ ﺍﻟﻈَّﻤْﺂﻥُ ﻣَﺎﺀً ﺣَﺘَّﻰ ﺇِﺫَﺍ ﺟَﺎﺀَﻩُ ﻟَﻢْ ﻳَﺠِﺪْﻩُ ﺷَﻴْﺌًﺎ ﻭَﻭَﺟَﺪَ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻋِﻨْﺪَﻩُ ﻓَﻮَﻓَّﺎﻩُ ﺣِﺴَﺎﺑَﻪُ
.

“Dan orang-orang kafir amalan mereka itu bagaikan fatamorgana di tanah lapang, yang dikira air oleh orang yang dahaga, sehingga tatkala dia mendatanginya ternyata dia tidak mendapatkan apa-apa, justeru dia mendapatkan (ketetapan) Allah disana kemudian Dia menyempurnakan penghisaban-Nya”
(QS. An Nur 39)
___

Orang yang musyrik di saat dia melakukan shalat, zakat, shaum, dan sebagainya, mengira bahwa di sisi Allah pahalanya banyak, tapi ternyata saat dibangkitkan dia tidak mendapatkan apa-apa melainkan adzab!

Dalam ayat lain amalan-amalan mereka itu bagaikan debu yang bertaburan:
.
ﻭَﻗَﺪِﻣْﻨَﺎ ﺇِﻟَﻰ ﻣَﺎ ﻋَﻤِﻠُﻮﺍ ﻣِﻦْ ﻋَﻤَﻞٍ ﻓَﺠَﻌَﻠْﻨَﺎﻩُ ﻫَﺒَﺎﺀً ﻣَﻨْﺜُﻮﺭًﺍ
.

“Dan Kami hadapkan apa yang telah mereka kerjakan berupa amalan, kemudian Kami jadikannya debu yang bertaburan”
(QS. Al Furqan 23)
____
Sungguh… sangatlah dia merugi sebagaimana dalam ayat lain:
.
ﻗُﻞْ ﻫَﻞْ ﻧُﻨَﺒِّﺌُﻜُﻢْ ﺑِﺎﻷﺧْﺴَﺮِﻳﻦَ ﺃَﻋْﻤَﺎﻻ ‏( ١٠٣ ‏) ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﺿَﻞَّ ﺳَﻌْﻴُﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺍﻟْﺤَﻴَﺎﺓِ ﺍﻟﺪُّﻧْﻴَﺎ ﻭَﻫُﻢْ ﻳَﺤْﺴَﺒُﻮﻥَ ﺃَﻧَّﻬُﻢْ ﻳُﺤْﺴِﻨُﻮﻥَ ﺻُﻨْﻌًﺎ
.

“Katakanlah, “Apakah kalian mau kami beritahukan kepada kalian tentang orang-orang yang paling rugi amalannya, yaitu orang-orang yang sia-sia amalannya dalam kehidupan di dunia ini, sedangkan mereka mengira bahwa mereka melakukan perbuatan baik ?”
(QS. Al Kahfi 103-104)
.
Ya, memang mereka rugi karena mereka lelah, capek, letih, berusaha keras, serta berjuang untuk amal kebaikan, tapi ternyata tidak mendapat apa-apa karena tidak BERTAUHID.
____
Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:
.
ﻋَﺎﻣِﻠَﺔٌ ﻧَﺎﺻِﺒَﺔٌ ‏( ٣ ‏) ﺗَﺼْﻠَﻰ ﻧَﺎﺭًﺍ ﺣَﺎﻣِﻴَﺔً
.

“Dia beramal lagi lelah, dia masuk neraka yang sangat panas”
(QS. Al Ghasyyiah 3-4) .

Sabtu, 16 September 2017

Murtad Tanpa Sadar...!!??

MURTAD TANPA SADAR, BENAR-BENAR AKAN TERJADI DI AKHIR ZAMAN SEPERTI SAAT INI

Dari Jabir bin 'Abdullah, Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
"Sesungguhnya Manusia masuk Agama Islam secara berbondong bondong, dan mereka juga akan keluar dari agama Islam secara berbondong bondong.”
📚 (HR Imam Ahmad)

Dalam Kitab Tarikh, Imam Al Hakim menceritakan sebuah hadits yang diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Umar. Beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :
“Akan datang suatu zaman, di mana tidak ada lagi Al Qur’an melainkan hanya tulisannya saja, dan tidak pula agama Islam, melainkan hanya namanya saja. Masjid masjidnya ramai, tetapi hampa dari petunjuk ulama. Pada zaman itu banyak ulama’-ulama’ buruk (perilakunya) tersebar di bawah langit. Dari mereka muncullah fitnah, dan kepada mereka pula fitnah itu kembali.”

Imam Ad Dailimi meriwayatkan hadits dari 'Abdullah bin 'Umar, beliau mengatakan bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Akan datang suatu zaman, dimana ada ribuan manusia atau lebih, mereka sama melaksanakan shalat di sebuah masjid, melainkan tiada satupun dari mereka yang mukmin.”

Imam Thabrani dan Abu Nu’aim dalam kitab Hilyah menyebutkan hadits yang diriwayatkan oleh 'Abdullah bin 'Umar, yang mengatakan bahwasanya Rasululah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda:
“Mu’adzin suatu kaum mengumandangkan adzan dan iqamah untuk melaksanakan shalat, melainkan mereka tidaklah beriman.”

Imam Hakim menyebutkan sebuah hadits dalam kitab Mustadrak yang diriwayatkan dari Sufyan, dari A’masy, dari Khaitsamah dari 'Abdullah bin 'Amr bin 'Ash, beliau mengatakan :
“Akan datang suatu zaman, di mana manusia sama berkumpul di dalam masjid, tetapi mereka tidaklah beriman.”

Abu Syu'aib Al Harani, juga meriwayatkan hadits di atas dalam Kitab Fawaid, melalui Sanad Imam Fudhail bin ‘Iyadh dari A’masy dengan sanadnya, beliau mengatakan :
“Akan datang suatu zaman di mana manusia sama naik haji, melaksanakan shalat dan berpuasa, tetapi tidaklah mereka beriman"

⚠🚫Masihkah ingin mengatakan bahwa murtad itu tidak akan terjadi selama dia tidak sengaja untuk murtad?

Ketahuilah murtad bisa saja tanpa sadar, sedangkan dia beranggapan melakukan hal yang baik tapi itu tidak berguna baginya, yang dinilai seharusnya adalah apakah dia berjalan sesuai dengan Diin Islam yang lurus?

🌿 Ingatlah selalu di dalam diri kita sebagai seorang muslim:

1. Sepuluh Nawaqidhul Islam (10 Pembatal Keislaman)

2. Rukun Tauhid (Kafir kepada Thaghut dan Beriman kepada Allah)

3. Konsep Cinta dan Benci dalam Islam (Al Wala' Wal Bara')

4. Tiga Syarat Diterimanya 'Amal (Tauhid, Ikhlash, Mutaba'ah)

5. Pasrah, Tunduk dan Ridha (Sami'na Wa Atha'na) Menjalankan Hukum Allah dan RasulNya (Al Qur'an dan Sunnah) dalam Cakupan Negara, Masyarakat, Keluarga dan Diri Sendiri

6. Siap berhijrah ke Negeri Khilafah Islamiyyah dan Berjihad di Jalan Allah dengan jiwa dan harta.

7. Siap berbai'at kepada Khalifah Islam sebagaimana Para Sahabat dan Muslimin dahulu berbai'at kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam dan Empat Khalifah Sepeninggal Rasulullah.

8. Janganlah kita mati kecuali dalam keadaan Islam (pasrah, tunduk, dan ridha dengan Hukum Allah dan RasulNya (Al Qur'an dan As Sunnah)

🍃Allahu A'lam Bish Shawwab

🍃🍃🍃🍃🍃🌷🌷🍃🍃🍃🍃🍃

Sabtu, 19 Agustus 2017

Kafir nya Pelaku Syirik Akbar

Dalil ijma ulama tentang Syirik Akbar .
_____________ 🌹🌹 ____________

Syaikh ‘Abdurrahman Ibnu Hasan rahimahullah berkata:
.
“Para ulama telah ijma, baik salaf maupun khalaf dari kalangan para sahabat, tabi’in, para imam dan seluruh Ahlus Sunnah bahwa seseorang tidak menjadi muslim kecuali dengan cara membersihkan diri dari syirik akbar, bara’ darinya dan dari pelakunya, membencinya dan memusuhinya sesuai dengan kemampuan dan kekuatan serta memurnikan amalan seluruhnya kepada Allah”. ( Ad Durar: 11/545)
______
Syaikh Sulaiman Ibnu ‘Abdillah rahimahullah berkata dalam Taisir Al ‘Aziz Al Hamid:
.
“Dan sekedar mengucapkannya (Laa ilaaha illallaah) tanpa mengetahui maknanya dan tanpa mengamalkan tuntunannya berupa berkomitmen dengan tauhid, berlepas diri dari syirik, serta kufur kepada thaghut, maka sesungguhnya hal itu tidak bermanfaat berdasarkan ijma”.
______
Al Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata:
.
“Setiap orang yang meyakini dengan hatinya dengan keyakinan yang pasti dan mengucapkan dengan lisannya Laa ilaaha illallaah wa anna Muhammadan Rasulullah dan dia berlepas diri dari setiap dien selain dien Muhammad shallallaahu‘alaihi wa sallam, maka dia itu muslim lagi mukmin, tidak ada atasnya selain itu”.( Al Fashl : 4/35, lihat Juz Ashli Dienil Islam)
.
Para hakim, jaksa, pengacara, aparat keamanan thaghut, para penegak hukum buatan, maka mereka tidaklah berlepas diri dari selain dien Muhammad Shallallaahu‘alaihi wa sallam, karena hukum adalah dien.
Allah Subhaanahu Wa Ta’aalaa berfirman:
.
ﻣَﺎ ﻛَﺎﻥَ ﻟِﻴَﺄْﺧُﺬَ ﺃَﺧَﺎﻩُ ﻓِﻲ ﺩِﻳﻦِ ﺍﻟْﻤَﻠِﻚِ
.
“ Tidaklah patut Yusuf menghukum saudaranya menurut undang-undang (dien) raja”. (QS. Yusuf [12]: 76)
______
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata:
.
“Islam adalah mentauhidkan Allah, beribadah kepada-Nya saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, iman kepada Allah dan Rasul-Nya dan mengikuti beliau dalam apa yang beliau bawa. Bila seorang hamba tidak membawa hal ini, maka dia bukan muslim, bila dia bukan kafir mu’anid, maka dia adalah kafir yang jahil.
Status thabaqah orang-orang semacam ini adalah orang-orang kafir yang jahil dan tidak mu’anid (membangkang), sedangkan ketidakmembangkangan mereka tidaklah mengeluarkan status mereka sebagai orang-orang kafir”. ( Thariq Al Hijratain, Thabaqah yang ke-17).
.
Orang yang berbuat syirik, artinya dia tidak mentauhidkan Allah, maka dia bukan muslim.
Contoh: Orang yang membuat tumbal atau sesajen bukanlah orang muslim. Begitu pula seorang pengacara, karena dia juga ikut andil dalam proses sidang untuk menghasilkan putusan perkara dengan selain hukum Allah, yaitu dengan hukum thaghut, maka pada hakikatnya dia bukanlah muslim.
.
Status orang yang berbuat syirik bukanlah muslim, namun minimal statusnya adalah musyrik bila belum tegak hujjah risaliyyah baginya. Bila hujjah risaliyyah telah tegak, maka dia adalah musyrik kafir, sedangkan bila sebelum berbuat syirik statusnya adalah muwahhid, maka dia musyrik kafir murtad.
______
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:
.
“Dalam Islam itu harusla ada istislam (penyerahan diri) kepada Allah saja dan meninggalkan istislam kepada selain-Nya. Inilah hakikat ucapan kita: Laa ilaaha illallaah; siapa yang berserah diri kepada Allah dan kepada yang lainnya, maka dia musyrik, sedangkan Allah tidak mengampuni penyekutuan terhadap-Nya. Dan siapa yang tidak istislam kepada Allah, maka dia itu adalah orang yang menyombongkan diri dari beribadah kepada-Nya, sedangkan Allah mengatakan: “Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari ibadah kepada-Ku, mereka akan masuk Jahannam dalam keadaan hina” . ( Al Qaul Al Fashl An Nafis : 160) .
___________

Demokrasi

Siapa saja Orang Yang wajib Dikafirkan Karena Syirik Akbar DEMOKRASI
___________________
.__
Sebagaimana dinyatakan dalam ungkapan Syaikh Muhammad Ibnu Abdil Wahhab rahimahullah bahwa:
.
• ORANG PERTAMA yang masuk dalam status tersebut adalah: “Orang yang menyekutukan Allah dalam uluhiyyah-Nya setelah kami jelaskan kepadanya hujjah tentang bathilnya syirik”.
.
Telah saya paparkan dalam risalah sebelumnya ( Takfir Pelaku Syirik Akbar) dalil-dalil dari Al Qur’an, As Sunnah dan ijma juga perkataan para ulama tentang keharusan mengkafirkan pelaku syirik akbar, silahkan rujuk kembali.
.
Tentang pengkafiran setelah tegaknya hujjah risaliyyah, sudah saya kupas pula dalam risalah “Siapakah Orang Musyrik Itu” . Intinya adalah bila hujjah risaliyyah belum tegak karena ada alasan fatrah umpanya, maka pelaku syirik akbar tidaklah dikafirkan, namun statusnya adalah musyrik, bukan muslim.
.
Adapun penegakkan hujjah itu bukanlah berarti dia harus diberi penjelasan satu per satu, namun bentuk penegakan dan tegaknya hujjah adalah bermacam-macam, silahkan rujuk risalah Haqiqatut Tauhid karya Syaikh Ali Al Khudlair dan risalah yang telah saya susun, yaitu Faman Yakfur Biththaghut .
__
• ORANG KE DUA adalah: “Orang yang menghiasi syirik di hadapan manusia”.
.
Orang macam ini adalah thaghut, karena dengan penghiasannya itu, berarti dia menyesatkan orang lain dengan mengajaknya pada kemusyrikan, seperti:
.
•Orang yang mengatakan bahwa meminta-minta kepada para wali yang sudah mati itu adalah bentuk pengagungan terhadap mereka.
.
• Orang yang mengatakan bahwa Pancasila itu adalah hebat, karena bisa melindungi semua agama
.
• Para jurkam partai-partai yang masuk dalam sistem demokrasi.
.
• Orang yang mengatakan bahwa masuk menjadi anggota dewan legislatif itu adalah bagian dari jihad, dll.
____
• ORANG YANG KE TIGA adalah: “Orang yang menegakkan syubhat-syubhat yang bathil dalam rangka membolehkannya”
.
• golongan ini adalah thaghut juga, karena dengan perbuatannya itu dia mengajak orang-orang untuk berbuat syirik, seperti: orang yang membolehkan meminta kepada yang sudah mati dengan dalil-dalil yang samar atau dengan hadits palsu, seperti ungkapan sebagian mereka yang menisbatkan kepada Rasulullah shallallaahu‘alaihi wa sallam secara dusta: “Bila kalian mengalami kesulitan, maka cepatlah minta tolong kepada yang sudah dikubur.”

Juga seperti sabda Rasulullah yang disalah artikan dengan: “Siapa yang meminta wasilah (perantara) kepadaku, maka dia pasti mendapat syafa’atku di hari Kiamat.” Padahal yang benar adalah: “Siapa yang memintakan wasilah untukku (kepada Allah), maka dia pasti mendapatkan syafa’atku pada hari Kiamat” (HR.Muslim)
.
Begitu pula jika seseorang membolehkan syirik demokrasi dengan alasan syura dan syubhat-syubhat lainnya. Orang-orang yang masuk dalam system demokrasi memiliki tujuan perbaikan dalam hal-hal parsial, namun mereka melupakan tujuan yang pokok, yaitu Tauhid.
____
• ORANG YANG KE EMPAT adalah: “Orang-orang yang melindungi tempat-tempat kemusyrikan ini semuanya dan memerangi orang yang mengingkarinya dan berupaya memusnahkannya”, seperti:
.
• para juru kunci kuburan-kuburan yang dikeramatkan –yang memfasilitasi ritual kemusyrikan, ed.- dan laskar-laskar yang membelanya.
.
• Para penguasa thaghut yang melindungi falsafah dan sistem syirik dengan undang-undang mereka yang siap untuk menjerat setiap muwahhid yang merongrongnya.
.
Mereka juga membuat peraturan-peraturan dalam rangka melestarikan tempat-tempat syirik dan budaya syirik, dengan dalih untuk menarik para wisatawan.
.
• Para aparat keamanan yang siap melindungi falasafah, sistem, dan Negara serta undang-undang kafir. Sesungguhnya mereka adalah wali-wali syaithan, sebagaimana firman-Nya:
.
ﻭَﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻛَﻔَﺮُﻭﺍ ﻳُﻘَﺎﺗِﻠُﻮﻥَ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻄَّﺎﻏُﻮﺕِ ﻓَﻘَﺎﺗِﻠُﻮﺍ ﺃَﻭْﻟِﻴَﺎﺀَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﺇِﻥَّ ﻛَﻴْﺪَ ﺍﻟﺸَّﻴْﻄَﺎﻥِ ﻛَﺎﻥَ ﺿَﻌِﻴﻔًﺎ
.
“…dan orang-orang kafir berperang di jalan thaghut. Maka perangilah wali-wali syaithan itu, Sesungguhnya tipu daya syaithan itu amatlah lemah. ” (An Nisa: 76)
_______________

Syubhat Demokrasi

Syubhat penempatan ayat mutasyabihaat oleh orang orang munafeeq .

Ayat muhkamaat wa mutasyabihaat .

Salafiy, Muhammadiyah, NU, PKS, dan MUI, FPI, dll . mereka sengaja mengambil ayat mutasyabihaat untuk di renovasi seindah mungkin- agar mengilegalkan maksud tujuan keji mereka . mencari cari ayat Quran tuk membenarkan Demokrasi .
__
Allah Ta’ala berfirman:

“Dia-lah yang menurunkan Al kitab (Al Quran) kepada kamu. di antara (isi) nya ada ayat-ayat yang MUHKAMAAT, Itulah pokok-pokok isi Al qur’an dan yang lain (ayat-ayat) MUTASYABIHAAT. Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan, Maka mereka mengikuti sebahagian ayat-ayat yang MUTASYABIHAAT daripadanya untuk menimbulkan fitnah untuk mencari-cari ta’wilnya, Padahal tidak ada yang mengetahui ta’wilnya melainkan Allah. dan orang-orang yang mendalam ilmunya berkata: “Kami beriman kepada ayat-ayat yang MUTASYABIHAAT, semuanya itu dari sisi Tuhan kami.” dan tidak dapat mengambil pelajaran (daripadanya) melainkan orang-orang yang berakal. (mereka berdoa): “Ya Tuhan Kami, janganlah Engkau jadikan hati Kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada Kami, dan karuniakanlah kepada Kami rahmat dari sisi Engkau; karena aSesungguhnya Engkau-lah Maha pemberi (karunia)”.
(QS. Ali Imran 7-8)
______
Allah Ta’ala menjelaskan dalam ayat yang mulia ini bahwa manusia dalam mensikapi syari’at-Nya ada dua kelompok:
____
1. Ahli ilmu dan mendalami ilmunya: Mereka mengambil dan beriman kepadanya secara menyeluruh, mereka menghubungkn dalil yang umum dengan dalil yang mengkhususkannya, yang muthlaq dengan yang membatasinya ( muqayyad), yang masih global dengan yang terperinci, dan setiap yang mereka anggap sukar memahaminya mereka kembalikan kepada landasan pokoknya berupa
ushul-ushul yang muhkam lagi terang dan kaidah-kaidah yang baku lagi pasti yang ditunjukkan oleh dalil-dalil syari’at yang sangat banyak.
____
2. Orang-orang yang sesat dan di dalam hatinya ada kecenderungan kepada kesesatan : Mereka mengikuti hal-hal yang samar, mereka mengambilnya dan girang (sangat gembira) dengannya saja dalam rangka mencari fitnah seraya berpaling dari yang muhkam, mubayyan, serta yang mufassar .
____
Begitu juga dalam masalah demokrasi dan majelis perwakilannya yang syirik serta majelis-majelis lainnya, ada orang-orang yang menempuh jalan orang-orang sesat lagi cenderung kepada kesesatan, mereka sengaja mencari-cari kejadian-kejadian tertentu serta
syubhat-syubhat dan mengambil itu saja tanpa menghubungkannya dengan pokok-pokok yang menjelaskannya atau memberikan batasannya atau menafsirkannya berupa kaidah-kaidah agama ini dan landasan-landasannya yang sangat kokoh. Mereka lakukan itu dalam rangka mengaburkan yang haq dengan kebatilan dan cahaya dengan kegelapan.
____
SYUBHAT PERTAMA
Jabatan Yusuf di Sisi Raja Mesir
Ketahuilah, sesungguhnya syubhat ini dilontarkan oleh sebagian orang yang sudah kehabisan dalil.
Mereka mengatakan:
____
“Bukankah Yusuf pernah menjabat sebagai menteri di sisi raja kafir yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan?
Dengan demikian, maka boleh ikut serta dalam pemerintahan kafir, bahkan boleh masuk menjadi anggota dalam parlemen dan majelis permusyawaratan/ perwakilan rakyat dan yang sejenisnya.”
_____

membantah syubhat :

" Nabi yusuf As pun berloyalitas dengan pemerintah Raja pada zamanya' maka tidak mengapa dengan islam tuk bergabung dengan pemerintah negara " ATAU KALIMAT ALASAN YANG SEMISALN NYA .
______________________________

Kita jawab dengan taufiq Allah Ta’ala:
___
Sesungguhnya berhujjah dengan syubhat ini untuk bisa masuk dalam parlemen-parlemen pembuat hukum dan kebolehannya adalah batil dan rusak, karena parlemen-parlemen syirik ini berdiri di atas dasar agama/ paham yang bukan agama Allah, yaitu agama demokrasi yang mana wewenang ( uluuhiyyah)
tasyrii’ (pembuatan perundang-undangan) dan wewenang tahlil (pembolehan) serta tahrim (pelarangan) di dalam agama (demokrasi) ini adalah milik rakyat bukan hanya milik Allah semata.
____
Sedangkan Allah mengatakan:
.
“Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Ali Imran 85)
___
Apakah ada orang yang berani mengatakan bahwa Yusuf telah mengikuti agama selain agama Islam, atau mengikuti millah selain
millah bapak-bapaknya al-muwahhidun… atau (apakah ada orang yang mengatakan bahwa) Yusuf bersumpah untuk menghormati undang-undang kafir?

Atau dia membuat hukum sesuai dengan undang-undang itu?
Sebagaimana keadaan orang-orang yang terpedaya dengan parlemen-parlemen itu …???
Bagaimana hal itu boleh dikatakan sedangkan Yusuf dalam keadaan tertindas dengan terang-terangan mengumumkan:

“Sesungguhnya aku telah meninggalkan agama orang-orang yang tidak beriman kepada Allah, sedang mereka ingkar kepada hari kemudian. Dan aku pengikut agama bapak-bapakku yaitu Ibrahim, Ishak dan Ya’qub. Tiadalah patut bagi kami (para Nabi) mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah.”
(QS. Yusuf 37-38)
____
Dan dia juga berkata:
.
“Hai kedua penghuni penjara, manakah yang baik, tuhan-tuhan yang bermacam-macam itu ataukah Allah yang Maha Esa lagi Maha Perkasa? Kamu tidak menyembah yang selain Allah kecuali hanya (menyembah) Nama-nama yang kamu dan nenek moyangmu membuat-buatnya. Allah tidak menurunkan suatu keteranganpun tentang Nama-nama itu. keputusan itu hanyalah kepunyaan Allah. Dia telah memerintahkan agar kamu tidak menyembah selain Dia. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui.”
(QS. Yusuf 39-40)
____
Apakah Yusuf mengumumkan itu dan terang-terangan menyatakannya sedangkan dia dalam masa ketertindasan… kemudian dia justru menyembunyikannya atau melanggarnya setelah Allah memberikan kepadanya kekuasaan??!!

Jawablah wahai para penyeru mashlahat (yang sedikit-sedikit mengatakan ini untuk mashlahat)…!!

Kemudian apakah kalian tidak mengetahui wahai para pakar politik bahwa wazaarah (kementrian) ini adalah kekuasaan tahfidziyyah (eksekutif) sedangkan parlemen adalah sulthah tasyrii’iyyah (kekuasaan legislatif).

Dan diantara kedua hal ini terdapat perbedaan yang sangat jauh, sehingga tidak sah melakukan qiyas disini, -menurut orang-orang yang mengatakan ada qiyas– …. dari sini diketahuilah bahwa beralih dengan kisah Yusuf As atas bolehnya (masuk) parlemen adalah tidak benar sama sekali.

Tidak ada salahnya pula bila kita lanjutkan bantahan untuk menggugurkan dalih mereka dengan kisah Yusuf atas bolehnya menjabat sebagai menteri karena samanya dua jabatan pada zaman kita ini dengan kekafiran…
____

Minggu, 03 Juli 2016

Jawaban dari berbagai Syubhat yang beredar seputar Daulah Islamiyyah

SYUBHAT-SYUBHAT YANG BEREDAR SEPUTAR DAULAH ISLAMIYYAH
DAN BANTAHANNYA
:
بسم الله الرحمن الرحيم

Di antara syubhat-syubhat mereka adalah:

# Bahwa khilafah dari Ahli Bait tidak akan ada kecuali Imam Mahdi,

# Kholifah harus diangkat oleh Ahlul Halli Wal 'Aqdi yang sesuai dengan definisi mereka,

# Semua kaum muslimin harus setuju dengan kholifah tersebut,

# Kholifah itu adalah orang yang kaum muslimin bersatu di bawah kekuasaannya,

# al-Baghdaadi tidak mempunyai tanah/kekuasaan,

# al-Baghdaadi tidak jelas nasabnya.

# Kholifah itu harus menuntaskan semua kezoliman dan yang bisa hanya al-Mahdi,

# Pengangkatan kholifah harus melalui proses musyawarah yang sesuai dengan pendapat mereka,

# Ketika bumi dipenuhi kezoliman, tidak ada Kholifah kecuali al-Mahdi,

# al-Baghdaadi adalah binaan Mossad, berdasarkan kabar dari Snowden,

# al-Baghdaadi memaksa orang-orang untuk bai'at kepadanya,

# Daulah itu Khowarij,

# Daulah itu membunuhi kaum muslimin menurut anggapan mereka,

# Daulah adalah ba'tsiyyiin gaya baru karena banyak mantan anggota partai Ba'ts menurut anggapan mereka,

# Daulah itu tidak berada diatas Islam sama sekali alias kafir,

# Daulah tidak mau menyelesaikan perselisihan dengan jabhah-jabhah lainnya di mahkamah syar'iyyah yang dibentuk oleh jabhah-jabhah lainnya.

# Daulah itu berdiri tanpa persetujuan dari al-Qaeda pusat padahal Daulah itu sudah berbai'at kepada al-Qaeda pusat.
Dan syubhat-syubhat lainnya.

Sebagian dari syubhat itu dikumpulkan oleh Situs ARRAHMAH dan MUQAWWAMAH, sedangkan sisanya dari situs-situs yang lain. Makanya kami membuat judulnya dengan : "BANTAHAN TERHADAP ARRAHMAH, MUQAWWAMAH, DAN SEMISALNYA".

Maksud kami bukan menyamakan ARRAHMAH dan MUQAWWAMAH dengan yang lainnya dalam membenci jihad dan pro kepada para Thooghuut. ARRAHMAH dan MUQAWWAMAH tidak seperti yang lainnya tersebut. Tapi keduanya sama dengan yang lain dalam usaha melawan Daulah. Jadi maksud "DAN SEMISALNYA" adalah dalam usaha melawan Daulah, bukan dalam membenci jihad dan pro kepada para Thooghuut.

Inilah syubhat-syubhat dan bantahannya:

(1). Syubhat Pertama

"Bahwa khilafah dari Ahli Bait tidak akan ada kecuali Imam Mahdi".

Mereka menyatakan bahwa Kholifah dari kalangan Ahli Bait tidak ada kecuali al-Mahdi dan menyatakan bahwa sesudah khilafah berdasarkan dengan manhaj Kenabian adalah kerajaan-kerajaan yang zolim, lalu kerajaan-kerajaan yang "jabriyyah" yaitu menguasai dengan paksaan dan kekerasan, lalu barulah ada khilafah lagi berdasarkan dengan manhaj Kenabian yang tidak lain adalah Khilafah al-Mahdi.

Mereka berdalil dengan hadis Hudzaifah bin al-Yamaan rodhiyalloohu'anhu secara marfu' yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dari jalur Sulaimaan bin Daawud Abu Daawud ath-Thoyaalisi dari Daawud bin Ibroohim al-Waashity dari Habiib bin Saalim al-Anshory dari an-Nu'maan bin Basyiir dari Hudazaifah.

Bantahan :

Berarti ‘Umar bin Abdul Aziz itu raja yang zolim ya dan bukan kholifah??? Lalu pemimpin-pemimpin dinasti Umawiyah selainnya dan pemimpin-pemimpin dinasti Abbasiyah adalah para raja yang zolim ya dan bukan kholifah???

Padahal Rasulullah telah bersabda pada hadis muttafaqun ‘alaih dari jalur Abu Huroiroh rodhiyalloohu‘anhu dari Beliau shollalloohu ‘alaihi wasallam:

كانت بنو إسرائيل تسوسهم الأنبياء كلما هلك نبي خلفه نبي وإنه لا نبي بعدي، وستكون خلفاء فيكثرون، قالوا: فما تأمرنا؟ قال: فُوا ببيعة الأول فالأول، وأعطوهم حقهم، فإن الله سائلهم عما استرعاهم

“Dahulu Bani Isro'il dipelihara urusannya oleh Para Nabi. Ketika wafat seorang Nabi, secara otomatis digantikan oleh Nabi lainnya, dan sesungguhnya tidak akan ada nabi lagi sesudah Saya. Nanti akan ada banyak kholifah.” Para Sahabat berkata: ” Apa yang engkau perintahkan?” Penuhilah bai'at kholifah yang pertama, dan yang pertama itu saja, dan berilah dia haknya, karena Allah nanti akan meminta pertanggungjawaban dari mereka tentang rakyat yang mereka urus.”

Apakah Hadis ini dusta??? Kalau terjadi bentrok tentu saja yang diunggulkan adalah hadis ini daripada hadis riwayat Ahmad yang dalam sanadnya ada perawi yang bernama Daawud bin Ibroohim al-Waashity. Dia hanya ditsiqohkan oleh Abu Daawud ath-Thoyaalisi saja dan tidak sering bermulaazamah dengan gurunya di sanad tersebut, yaitu Habiib bin Saalim al-Anshory. Maka hadis ini lemah kalau dikatakan bentrok dengan hadis Abu Huroiroh rodiyalloohu ‘anhu tersebut.

Berarti kesimpulannya: sangat mungkin ada kholifah sebelum al-Mahdi al-Muntadzor, apalagi dari Ahlul Bait, karena tidak ada dalil sama sekali yang menyatakan bahwa sebelum al-Mahdi tersebut tidak akan ada kholifah dari Ahlul Bait.

Jadi sekali lagi bahwa adanya kholifah dari kalangan Ahlul Bait sebelum al-Mahdi sangatlah mungkin.

Adapun tentang perkataan Ibnu 'Umar rodhiyalloohu'anhuma dan Ibnu Katsir, perkataan mereka berdua bisa ditolak karena bukan Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam. Mana dalil dari Nabi bahwa tidak ada ahli bait yang jadi kholifah sebelum al-Mahdi??? Bukankah Ali dan al-Hasan rodhiyalloohu'anhuma itu adalah ahli bait??

Terdapat syubhat yang menyatakan bahwa sesudah kholifah yang lima (yaitu Abu Bakr ash-Shiddiiq, 'Umar bin al-Khoththoob, 'Utsmaan bin 'Affaan, Ali bin Abi Thoolib, dan al-Hasan bin Ali rodhiyalloohu'anhum), tidak ada kholifah lagi, yang ada hanya kerajaan. Syubhat ini dibina berdasarkan kesalahan dalam memahami hadis Safinah rodhiyalloohu'anhu. Ini sudah kami bahas secara khusus pada:

http://mudzaakarah.blogspot.com/2014/09/sekali-lagi-tentang-hadis-safinah-atau.html.

(2). Syubhat Kedua

"Kholifah harus diangkat oleh Ahlul Halli Wal 'Aqdi yang sesuai dengan definisi mereka".

Bantahan :

Tidak ada dalil yang mewajibkan adanya ahlul halli wal 'aqdi untuk mengangkat kholifah. Buktinya Abu Bakr ash-Shiddiiq, Umar, Mu'aawiyah rodhiyalloohu'anhum, dan Yazid itu jadi kholifah tanpa diangkat oleh ahlul halli wal 'Aqdi. Kalau dikatakan bahwa yang dinamakan ahlul halli wal 'aqdi itu adalah kebanyakan orang di daerahnya, bukan para wakil rakyat yang paling sholih yang bermusyawarah untuk mengangkat kholifah, berarti ini hanya masalah istilah saja. Dan Abu Bakr al-Baghdaadi pasti didukung kebanyakan orang di daerahnya.

Dan ternyata Abu Bakr al-Baghdaadi dipilih oleh ahlul halli wal 'aqdi bagi yang tahu realita. Kalau sudah dibai'at dan ternyata Quroisy, berarti kita wajib membai'at walaupun di luar wilayahnya, berdasarkan hadis Abu Huroiroh: "Penuhilah bai'at kholifah yang pertama", dan hadis riwayat Muslim dari jalur Ibnu 'Umar rodhiyalloohu'anhuma dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam bahwasanya Beliau bersabda: "Barangsiapa mati dan tidak ada bai'at di lehernya, maka matinya seperti bangkai jahiliyyah". Lihatlah untuk lebih jelasnya al-Fishol Fii al-Milal Wa an-Nihal Wa al-Ahwaa' karya Ibnu Hazm.

Adapun yang paling cocok menjadi ahlul halli wal 'aqdi adalah pasukan tempur bersenjata, sedikit atau banyak.

Camkan perkataan Ibnu Taimiyyah dalam Minhaaj as-Sunnah an-Nabawiyyah juz 1 halaman 527 berikut:

الإمامة عندھم تثبت بموافقة أھل الشوكة عليھا ولا يصير الرجل إماما حتى يوافقه أھل الشوكة عليھا الذين يحصل بطاعتھم له مقصود الإمامة فإن المقصود من الإمامة إنما يحصل بالقدرة والسلطان فإذا بويع بيعة حصلت بھا القدرة والسلطان صار إماما.... وھذا مثل كون الرجل راعيا للماشية متى سلمت إليه بحيث يقدر أن يرعاھا كان راعيا لھا وإلا فلا فلا عمل إلا بقدرة عليه فمن لم يحصل له القدرة على العمل لم يكن عاملا

"Imaamah menurut para ulama terjadi dengan persetujuan dan dukungan pasukan tempur, dan seseorang tidak bisa menjadi Imam kecuali dengan persetujuan pasukan tempur yang dengan ketaatan mereka kepadanya, maksud dari Imaamah bisa terwujud. Karena maksud dari Imaamah bisa terwujud hanya dengan kemampuan dan kekuasaan. Jika dia dibai'at dengan bai'at yang dengannya kemampuan dan kekuasaan bisa terwujud, secara pasti dia menjadi Imam yang sah...Ini seperti jika seorang menjadi penggembala hewan-hewan ternak, ketika hewan-hewan itu diserahkan kepadanya dengan keadaan dia mampu untuk menggembalakannya, dia menjadi penggembala hewan-hewan tersebut yang sah, kalau tidak mampu, dia tidak sah menjadi penggembala. Maka tidaklah terwujud suatu perbuatan, kecuali dengan kemampuan melakukan perbuatan itu. Maka barangsiapa yang tidak terwujud padanya kemampuan melakukan perbuatan itu, dia tidak bisa menjadi pelaku dari perbuatan itu."

Dan dalam juz 8 halaman 356:

أما الإجماع على الإمامة فإن أريد به الإجماع الذي ينعقد به الإمامة فھذا يعتبر فيه موافقة أھل الشوكة بحيث يكون متمكنا بھم من تنفيذ مقاصد الإمامة حتى إذا كان رؤوس الشوكة عددا قليلا ومن سواھم موافق لھم حصلت الإمامة بمبايعتھم له، ھذا ھو الصواب الذي عليه أھل السنة؛ وھو مذھب الأئمة ........ فمن قال
إنه يصير إماما بموافقة واحد أو اثنين أو أربعة وليسوا ھم ذوي القدرة والشوكة فقد غلط كما أن من ظن أن تخلف الواحد او الاثنين والعشرة يضره فقد غلط

"Adapun kesepakatan atas Imaamah, kalau maksud dari kesepakatan itu adalah kesepakatan yang Imaamah bisa terwujud dengannya, berarti yang jadi patokan dalam kesepakatan itu adalah persetujuan pasukan tempur dengan kondisi bahwa dia bisa menghasilkan maksud dari Imaamah dengan bantuan mereka, walaupun pasukan tempur itu sedikit tetapi yang bukan pasukan tempur pasti ikut dengan mereka, berarti tewujudlah Imaamah dengan berbai'atnya mereka kepada dia. Inilah yang benar yang dianut oleh Ahlussunnah; dan ini adalah Mazhab dari para Imam mazhab.....Maka barangsiapa berkata bahwa seseorang bisa menjadi Imam dengan persetujuan satu orang, dua, atau empat yang tidak memiliki kemampuan dan peralatan tempur, maka telah keliru, sebagaimana seseorang menduga bahwa tidak setujunya satu orang, dua, atau sepuluh dapat menggagalkannya, maka dia telah keliru juga."

(3). Syubhat Ketiga

"Semua kaum muslimin harus setuju dengan kholifah tersebut".

Bantahan :

Tidak ada dalil bahwa pembaiatan kholifah itu harus semua setuju. Bukankah Nabi bersabda pada hadis Abu Huroiroh muttafaqun 'alaih: penuhilah bai'at yang pertama..". Ketika 'Ali rodhiyalloohu'anhu menjadi kholifah, tidak semua orang setuju dan berbai'at. Begitu juga al-Hasan bin 'Ali rodhiyalloohu'anhum.

(4). Syubhat Keempat

"Kholifah itu adalah orang yang kaum muslimin bersatu di bawah kekuasaannya".

Bantahan :

Berarti khilafah 'Ali dan al-Hasan rodhiyalloohu'anhuma tidak sah karena pihak Mu'awiyah rodhiyalloohu'anhu tidak bersatu di bawah kekuasaannya??!! Berarti khilafah Yazid bin Mu'awiyah tidak sah karena Husain bin 'Ali dan Abdullah bin az-Zubair rodhiyalloohu'anhuma tidak setuju dengannya??!!

(5). Syubhat Kelima

"al-Baghdaadi tidak mempunyai tanah/kekuasaan".

Bantahan :

Wilayah kekuasaan Abu Bakar al-Baghdaadi ada sesuai realita. Karena beliau sudah memiliki pasukan tempur dan sudah menguasai Mosul, bahkan al-Baghdaadi sudah berkhutbah juma't di sana, selain itu Roqqoh, dan lainnya yang banyak.

(6). Syubhat Keenam

"al-Baghdaadi tidak jelas nasabnya".

Bantahan :

Abu Bakr al-Baghdaadi nasabnya sampai al-Badri dan tidak ada yang mengingkarinya kecuali orang yang sangat bodoh dengan realita. Cukuplah bagi kami bahwa Syaikh Naashir al-Badri mengenalinya dan tidak mengingkari nasabnya sampai al-Badri, walaupun Syaikh Naashir mengatakan bahwa Abu Bakr al-Baghdaadi adalah antek Shoddaam Husein (Sadam Husein). Walaupun benar, tetapi itu terjadi sebelum bertaubat. Lihatlah:

http://www.islamtimes.org/vdccomq1e2bqoo8.caa2.html.

Mengapa kami berhujjah dengan Syaikh Naashir al-Badri? Karena (1) dia mengaku bahwa dia mengenali Abu Bakr al-Baghdaadi, (2) penisbatan Abu Bakr al-Baghdaadi kepada al-Badri telah terkenal dan diketahui oleh kaum shufi di Irak termasuk Syaikh Naashir al-Badri sebagai tokoh shufi di kalangan mereka, (3) Syaikh Naashir al-Badri adalah keturunan al-Badri tersebut, (4) Syaikh Naashir al-Badri masuk dalam kalangan orang-orang yang kontra terhadap Abu Bakr al-Baghdaadi, (5) Syaikh Naashir al-Badri sedang mengkiritik Abu Bakr al-Baghdaadi. Berarti "maqam"-nya adalah "maqam inkar". Apabila Syaikh Naashir al-Badri tidak mengingkari penisbatan Abu Bakr al-Baghdaadi kepada al-Badri yang merupakan kakek moyang dari Syaikh Naashir sendiri padahal kondisi Syaikh Naashir adalah seperti itu, berarti kami menganggap Syaikh Naashir telah menyetujui bahwa penisbatan Abu Bakr al-Baghdaadi kepada al-Badri adalah sah.

Jadi, kalau ada orang yang meragukan penisbatan Abu Bakr al-Baghdaadi kepada al-Badri padahal dia sudah terkenal di kalangan keturunan al-Badri sebagai anggota mereka, berarti dia benar-benar sangat keliru. Seandainya saja nama orang-orang di atas kakek Abu Bakr al-Baghdaadi (Ibrohim) sampai al-Badri adalah tidak dikenal, tetap saja ketidakdikenalan ini tidak bisa menggugurkan penisbatan Abu Bakr al-Baghdaadi kepada al-Badri karena penisbatan Abu Bakr al-Baghdaadi kepada al-Badri sudah terkenal di kalangan keturunan al-Badri. Ini seperti kasus penisbatan 'Adnan (nenek moyang Nabi) kepada Isma'il -'alaihissalaam-. Penisbatan ini sudah terkenal di kalangan bangsa Arab dan tidak ada yang mengingkarinya. Akan tetapi orang-orang di atas 'Adnan sampai Isma'il -'alaihissalaam- tidak dikenal nama-namanya. Sudah pasti ketidakdikenalan ini tidak bisa menggugurkan penisbatan 'Adnan kepada Isma'il -'alaihissalaam-.

Al-Badri adalah keturunan 'Ali bin Muhammad al-Jawwaad, yang merupakan keturunan Husein secara sah.

Lihat buku Mausuu'ah al-'Asyaair al-'Irooqiyyah karya al-'Aamiri 5/175, Bahrul Ansaab Bi al-Musyajjar al-Kasysyaaf Li Ushuul as-Saadah al-Asyroof halaman 42 karya Muhammad bin ahmad bin 'Amiid ad-Diin al-Huseini, dan ar-Riyaadh al-Azhariyyah Fii Taariikh al-Usor al-'Alawiyyah karya Abdul Maula ath-Thuroihi, 'Asyaair as-Saamaroo' karya Abdurrozaaq al-Badri, Mu'jaam al-Alqoob Fii Ma'rifati al-Usor wa al-A
nsaab karya Mahdi al-Wardi al-Kaadzimi, dll.

Bukti al-BuBadri (yaitu para keturunan al-Badri) tinggal di Samarraa':

http://www.samarracity.net/index.php?action=pages&id=2

عشائر ســامراء - موقع مدينة سامراء الاخباري

www.samarracity.net

سامراء

. البو بدري : وهم ذرية السيد بدري بن عرموش بن علي بن سعيد بن بدري بن بدر الدين بن خليل بن حسين بن عبدالله بن ابراهيم الاواه بن عز الدين يحيى بن شريف بن بشير بن ماجد . - رئيس العشيرة : واثق سعيد البدري - الموقع الجغرافي : سامراء , بغداد , ميسان , واسط , ديالى - افخاذ العشيرة : أ‌- البو محمد (رئيسهم سمير سبتي جمعة ) ب‌- البو عبد الله (رئيسهم محمد ياسين شهاب ) ت‌- البو حمزة (رئيسهم امجد عبد الكريم جاسم ) ث‌- البو عرموش (رئيسهم ياسين طة العبد الله ) ج‌- البو عساف (رئيسهم عباس نصيف جاسم ).اه

http://www.aljbor.net/vb/showthread.php...

منتديات قبيلة الجبور

www.aljbor.net

الموقع الرسمي لقبيلة الجبور يختص بإنساب وتفرعات وهجرات وعشاير قبيلة الجبور

٧- البو بدري: رئيسهم الاستاذ سعيد البدري ابن السيد محمود فائز بن محمد بن حسن ابن حمد بن عثمان بن ظاهر بن دولة بن محمد بن بدري ويتصلون بالامام محمد الجواد ويسكنون فى داخل سامراء. وفى أراضي الجلام التى هى عبارة عن مقاطعات أم جدح وخسيفة وزرين والاعيطر وأم الكرون والحلبوثية والنهر.اه

Kami menampilkan situs-situs ini karena ada pihak yang menyatakan bahwa Ahli Bait itu tidak ada yang bertempat tinggal di Samarraa'.

(7). Syubhat Ketujuh

"Kholifah itu harus menuntaskan semua kezoliman dan yang bisa hanya al-Mahdi"

Bantahan :

Renungkanlah hadis Mu'aawiyah rodhiyalloohu'anhu riwayat al-Bukhari: "Sesungguhnya pemerintahan ada pada Quroisy selama bisa menegakkan agama (maa aqoomuu ad-diin)", sedangkan syarat menegakkan agama adalah mempunyai daar (daerah kekuasaan) sendiri supaya bisa menegakkan hukum hijrah dan jihad thalab ketika selesai mendeklarasikan khilafah.

Contohnya Abu Bakr ash-Shiddiiq rodhiyalloohu'anhu. Beliau telah sah menjadi kholifah, tetapi belum menegakkan hukum-hukum agama yang secara zohir. Tetapi kenapa sah? Karena syarat menegakkan agama ada pada beliau, seperti adanya daar, dan adanya mana'ah (kaum yang melindunginya) wa syaukah (dan kekuatan tempur). Maka bisa diberlakukan kaidah "I'thaa al-ma'duum hukma al-maujuud" (yang belum ada diberikan kepadanya hukum yang sudah ada). Lihatlah al-Furuq karya al-Qoroofi. Berarti Abu Bakr ash-Shiddiiq rodhiyalloohu'anhu sudah bisa menegakkan hukum hijrah dan jihad thalab begitu selesai mendeklarasikan khilafah.

Mengapa menegakkan hukum hijrah dan jihad thalab begitu penting? Renungkanlah hadis Abu Huroiroh (muttafaqun 'alaih) berikut: "al-Imaam junnah. yuqaatalu min waroo'ihi wa yuttaqa bih". Artinya: "Pemimpin (kholifah) itu perisai yang musuh diperangi dengannya, dan rakyat dijaga dengannya". Nash ini adalah khobar, berarti menandakan syarthiyyah dan lebih tinggi dari perintah. Bila menyelisihi nash ini berarti otomatis dia bukan pemimpin (kholifah). Jika ada orang yang dianggap sebagai pemimpin tidak bisa melakukan jihad thalab dan tidak bisa menegakkan hukum hijrah sebagai awal penjagaan terhadap rakyat yang dilanjutkan dengan penegakkan huduud, berarti orang tersebut tidak bisa dianggap sebagai kholifah. Sedangkan kami menganggap syarat-syarat kholifah di atas sudah ada pada Abu Bakr al-Baghdaadi, maka kami membaiatnya. Kalau tidak ada pada beliau, kami tidak sudi membaiatnya.

Camkan lagi perkataan Ibnu Taimiyyah dalam Minhaaj as-Sunnah an-Nabawiyyah juz 1 halaman 527 yang sudah diterjemahkan pada "(2). Syubhat kedua":

الإمامة عندھم تثبت بموافقة أھل الشوكة عليھا ولا يصير الرجل إماما حتى يوافقه أھل الشوكة عليھا الذين يحصل بطاعتھم له مقصود الإمامة فإن المقصود من الإمامة إنما يحصل بالقدرة والسلطان فإذا بويع بيعة حصلت بھا القدرة والسلطان صار إماما.... وھذا مثل كون الرجل راعيا للماشية متى سلمت إليه بحيث يقدر أن يرعاھا كان راعيا لھا وإلا فلا
فلا عمل إلا بقدرة عليه فمن لم يحصل له القدرة على العمل لم يكن عاملا

Dan dalam juz 8 halaman 356:

أما الإجماع على الإمامة فإن أريد به الإجماع الذي ينعقد به الإمامة فھذا يعتبر فيه موافقة أھل الشوكة بحيث يكون متمكنا بھم من تنفيذ مقاصد الإمامة حتى إذا كان رؤوس الشوكة عددا قليلا ومن سواھم موافق لھم حصلت الإمامة بمبايعتھم له، ھذا ھو الصواب الذي عليه أھل السنة؛ وھو مذھب الأئمة ........ فمن قال

إنه يصير إماما بموافقة واحد أو اثنين أو أربعة وليسوا ھم ذوي القدرة والشوكة فقد غلط كما أن من ظن أن تخلف الواحد او الاثنين والعشرة يضره فقد غلط

Berdasarkan itu, siapa bilang al-Baghdaadi tidak berkuasa dan siapa bilang beliau tidak merealisasikan keamanan dan rasa aman di dalam negeri? Yang mengatakan bahwa beliau tidak melakukan hal itu adalah orang yang tidak mengetahui realita dan tidak mengetahui teknik istidlaal dari dalil-dalil tersebut.

Di hadis Abu Huroiroh itu yang penting imam itu bisa mewujudkan mutlaq qitaal dan mutlaq ittiqaa' bukan al-qitaal al-mutlaq dan bukan pula al-ittiqaa' al-mutlaq. Jadi, menuntaskan seluruh kezoliman bukanlah syarat sah menjadi kholifah. Kalau tidak belajar bahasa arab dan ushul fiqh dengan baik tidak akan paham! Kalau mewujudkan keamanan di luar negeri itu bukan syarat sah menjadi kholifah, tetapi hanya kewajiban saja jika mampu. Mana dalilnya bahwa mewujudkan keamanan di luar negeri itu syarat sah menjadi kholifah??!!

(8). Syubhat kedelapan

"Pengangkatan kholifah harus melalui proses musyawarah yang sesuai dengan pendapat mereka".

Bantahan :

Siapa bilang tidak ada musyawarah!!! Ini adalah syubhat orang yang tidak tahu realita.

Sekali lagi bahwa pengangkatan Abu Bakr ash-Shiddiiq rodhiyalloohu 'anhu adalah karena bai'at 'Umar secara tiba-tiba yang kemudian diikuti oleh para Sahabat rodhiyalloohu'anhum, bukan karena keputusan hasil musyawarah Ahlul Halli Wal 'Aqdi secara istilahi. Dan para Sahabat rodhiyalloohu'anhum juga tidak mewakilkan perkara tersebut kepada 'Umar rodhiyalloohu'anhu. Lihatlah Shohih al-Bukhari dan lainnya. Umar rodhiyalloohu'anhu berkata:

إنما كانت بيعة أبي بكر فلتة وقى الله المسلمين شرها

“Sesungguhnya bai'atnya Abu Bakr terjadi secara tiba-tiba, tetapi Allah menjaga kaum muslimin dari akibat buruk dari bai'at tersebut.”

Adapun perkataan 'Umar Al Faruq rodhiyalloohu‘anhu: “Maka barangsiapa membai'at seseorang tanpa melalui musyawarah dengan kaum muslimin, niscaya orang yang membai'at tersebut dan orang yang dibai'at tersebut tidak boleh diikuti, karena ia telah menjerumuskan mereka berdua untuk dibunuh”, beliau itu bukan Nabi, jadi perkataannya tidak jadi hujjah.

Lagipula berapa orang yang dibutuhkan untuk bermusyawarah? Satu, dua, tiga? Pemastian jumlah orang ini memerlukan dalil dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam. Nabi saja pernah bermusyawarah dengan satu orang, yaitu Ummu Salamah rodhiyalloohu'anha, ketika zaman Hudaibiyyah.

Kalau mengikuti keumuman Surat Aali 'Imroon ayat 159, sudah pasti setiap muslim harus diajak bermusyawarah di seluruh penjuru dunia yang pasti jumlahnya milyaran, dan ini adalah "Takliif maa laa yuthooqu" (pewajiban melaksanakan apa yang tidak sanggup dilaksanakan), jadi tidak dipahami sesuai keumumannya, melainkan minimal 3 orang, karena dhomir "Hum" pada "wa syaawirhum" adalah jamak yang minimal 3 orang mu'ayyan. Atau maksud dari "Hum" tersebut adalah lil jinsi, jadi bisa diwujudkan dengan satu orang, seperti Ummu Salamah rodhiyalloohu'anha tersebut. Dan musyawarah dengan yang lebih banyak dari ini sudah dilakukan oleh al-Baghdaadi.

(9). Syubhat Kesembilan

"Ketika Bumi dipenuhi kezoliman, tidak ada Khalifah kecuali al-Mahdi".

Bantahan :

Jadi bahwa bumi dipenuhi oleh kezoliman dan kesemena-menaan tidak menafikan adanya kholifah. Tetapi kholifah itu tidak dapat memberantas seluruh kezoliman dan kesemena-menaan sampai akhirnya muncullah al-Mahdi. Kalau pemahamannya tidak seperti ini, berarti mendustakan Hadis Abu Huroiroh tersebut (yaitu hadis tentang akan banyaknya kholifah) padahal hadis riwayat Thabrani, Al Bazzar, dan Abu Nu'aim sanadnya kurang kuat kalau dikatakan bentrok dengan Hadis Abu Huroiroh tersebut.

Karena dalam sanadnya terdapat Daawud bin al-Muhabbar dia itu pemalsu hadis. Dia meriwayatkan hadis itu dari bapaknya, yaitu al-Muhabbar bin Qohdzam yang lemah hadisnya, dari bapaknya, yaitu Qohdzam yang majhul, dari Mu'aawiyah bin Qurroh dari bapaknya dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam.

Daawud bin al-Muhabbar diselisihi oleh Ma'mar bin Roosyid, dimana dia meriwayatkannya dari Abu Haaruun al-'Aqdi yang matruuk al-hadiis dari Mu'aawiyah bin Qurroh dari Abi ash-Shiddiiq dari Abu Sa'iid al-Khudri dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam.

Jadi sanadnya Daawud itu palsu karena menyelisihi sanad yang sedikit lebih kuat dan sanadnya Ma'mar sangat lemah. Berarti sama sekali tidak bisa jadi hujjah untuk menetapkan tidak adanya kholifah sebelum al-Mahdi.

Tapi hadis al-Mahdi tersebut shohih dari jalan 'Auf al-A'roobi dan Mathoor al-Warrooq dari Abi ash-Shiddiq dari Abu Sa'iid al-Khudri dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam, dan tidak disebutkan namanya.

Walaupun seperti itu, tetapi ada pertanyaan: Sejak kapankah bumi dipenuhi kezoliman??? Kalau tidak jelas sudah pasti tidak bisa menebak-nebak, alias berkata tanpa ilmu. Lalu apakah tidak mungkin ada kholifah ketika bumi dipenuhi kezoliman??? Dalilnya mana tidak mungkin??? Sekali lagi harus ditetapkan kapan awal masa bumi dipenuhi kezoliman, sehingga bisa ditetapkan bahwa pada masa itu tidak ada kholifah sama sekali!!! Ini tidak bisa karena membutuhkan dalil dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam. Kalau bisa ditetapkan awal masanya, maka kembali lagi: Mana dalilnya tidak mungkin adanya kholifah pada masa itu???

(10). Syubhat Kesepuluh

"al-Baghdaadi adalah binaan Mossad, berdasarkan kabar dari Snowden".

Bantahan :

Kalau mengenai berita Snowden tersebut, berita itu tidak sah dari Snowden. Karena tidak ada bukti otentik bahwa Snowden pernah berkata demikian. Berita itu dinisbatkan kepada Snowden secara dusta oleh orang-orang Syi'ah.

Lihatlah:

http://dawlaisis.blogspot.com/2014/07/blog-post_3574.html

دحض فرية أن البغدادي عميل للموساد | دولة الخلافة الاسلامية

Seperti apakah orang yang mempercayai berita orang kafir tanpa bukti otentik??? Bukankah bertentangan dengan Surat al-Hujuraat ayat 6???

Adapun syubhat yang menyatakan bahwa Abu Bakr al-Baghdaadi yang asli adalah Utsman Alu Nazih al-'Asiri Abu Dujanah atau Walid bin Ali bin Muhammad Alu Mudawi al-'Asiri, sedangkan yang terlihat sekarang adalah Shimon Elliot, sudah pasti ini tidak bisa dibenarkan karena Abu Bakr al-Baghdaadi yang merupakan buronan CIA dan lainnya dengan hadiah 10 juta Dollar bagi siapa yang bisa menangkapnya adalah sangat mirip dengan yang terlihat sekarang. Lihatlah:

http://www.rewardsforjustice.net/english/abu_dua.html.

Maka ini tidak masuk akal, apalagi Utsman dan Walid tersebut sudah dikenal sebagai orang lain selain Abu Bakar al-Baghdaadi, dan wajah keduanya pun sangat berbeda dengan yang menjadi buronan CIA tersebut. Lihatlah:

http://dukung-mui-haramkan-syiah.blogspot.com/2014/01/abu-dujanah-al-asiri-bukan-abu-bakar-al.html.

Yang paling aneh Utsman Alu Nazih sendiri malah berbai'at kepada Abu Bakr al-Baghdaadi, seperti yang bisa dilihat pada:

http://youtu.be/ng_dzfcyeEE

Adapun mengenai pernyataan Hillary Clinton bahwa ISIS adalah bentukan Amerika, secara pasti pernyataan ini adalah kedustaan atas Hillary, karena dia tidak pernah mengatakan perkara ini. Lihatlah:

https://orient-news.net/index.php?page=news_show&id=80509

https://orient-news.net/?page=news_show&id=80394, dan

http://www.kiblat.net/2014/08/08/situs-orient-news-juga-bantah-klaim-isis-buatan-barat/.

Bahkan kabar yang menyatakan bahwa Amerika Serikat-lah yang membentuk ISIS adalah kabar dusta, seperti pada link pertama itu.
Kalau memang Hillary mengatakannya seperti yang terdapat dalam video di Youtube, Hillary juga  mengatakan dalam video di Youtube yang telah kami saksikan sendiri bahwa Amerika Serikat juga membentuk al-Qaeda. Berarti semua gerakan jihad adalah bentukan Amerika? Kalau itu benar, mengapa sekarang Amerika Serikat dan para sekutunya memerangi ISIS yang sekarang adalah IS kalau ternyata IS adalah bentukan Amerika? Dan mengapa para sekutu itu mau membantu Amerika dalam memerangi IS kalau ternyata IS itu bentukan Amerika? Mana mungkin Amerika Serikat memerangi bentukannya secara intensif apalagi sampai mengatakan bahwa bentukannya itu adalah musuh dunia! Mana mungkin para sekutu Amerika Serikat mau membantu Amerika Serikat dalam memerangi bentukannya.
Lalu bagaimana mungkin Amerika Serikat yang merupakan percampuran antara Yahudi dan Nashoro itu meridai penegakkan Syari’at Islam yang dilakukan oleh IS? Bagaimana bisa mereka membentuk organisasi yang akan menegakkan Syari’at Islam dan menghapuskan Demokrasi yang merupakan syi’ar agama mereka?

Realita itu adalah bukti bahwa Amerika Serikat tidak membentuk IS. Selain itu, al-Qur’an menyatakan bahwa Yahudi dan Nashoro tidak akan rida kepada kita sampai kita mengikuti agama mereka.

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ

“Dan orang-orang Yahudi dan Nashoro tidak akan rida kepadamu sampai engkau mengikuti agama mereka.” (Surat al-Baqoroh ayat 120)

Cukuplah bagi kami realita dan al-Qur’an.

Namun yang masuk akal bagi kami kalau memang pernyataan Hillary itu benar adalah: bahwa Amerika Serikat menjalankan teori “Radikalisasi” (bukan “Deradikalisasi”) dengan membantu seluruh organisasi jihad tanpa disadari oleh organisasi jihad yang dibantu agar musuh-musuh Amerika Serikat semakin sedikit. Tanpa disangka oleh Amerika Serikat, ISIS akhirnya malah merugikan Amerika Serikat karena semakin membesar dan menegakkan Syari’at Islam. Karena itu, Amerika Serikat kini memerangi ISIS yang sekarang adalah IS.

(11). Syubhat Kesebelas

"al-Baghdaadi memaksa orang-orang untuk bai'at kepadanya".

Bantahan :

Adapun hukum bai'at kepada Amir Qurosyi yang sah, adalah wajib berdasarkan hadis riwayat Muslim dari jalur Ibnu 'Umar rodhiyalloohu'anhuma dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam bahwasanya Beliau bersabda: "Barangsiapa mati dan tidak ada bai'at di lehernya, maka matinya seperti bangkai jahiliyyah".

Bagaimana bai'at orang yang tidak bisa bertemu dengan amir? Yaitu dengan meyakini bahwa Amir Qurosyi tersebut adalah imamnya, bahwa dia masuk dalam kekuasaannya, dan bahwa dia wajib mendengar dan taat kepadanya pada yang ma'ruf, serta tidak meyakini sebaliknya. Barangsiapa meyakini sebaliknya dan mati, maka matinya seperti bangkai jahiliyyah, karena dia tidak menjadikan di lehernya bai'at. (Lihatlah al-Muhalla jilid 8 halaman 420, Mawaahib al-Jaliil Fii Syarh Mukhtashor al-Kholiil, Syarh Muslim oleh al-Qurthubi).

(12). Syubhat Keduabelas

"Daulah itu Khowarij".

Bantahan :

Mengenai sifat-sifat Khowarij yang tertulis di suatu makalah:

[1]. SUKA MENCELA DAN MENGANGGAP SESAT.

[2]. BERPRASANGKA BURUK [SU'UDZAN].

[3]. BERLEBIHAN DALAM BERIBADAH.

[4]. KERAS TERHADAP KAUM MUSLIMIN.

[5]. SEDIKITNYA PENGETAHUAN MEREKA TENTANG FIQH.

[6]. MUDA UMURNYA DAN BERAKAL BURUK.

Sifat-sifat itu bukan sifat khushuushiyyah atau Ushul atau Qowaa'id dari Khowarij, karena merupakan sifat musytarokah antara Khowarij dengan Ahlussunnah yang bermaksiat dan ahli bid'ah yang lain. Maka sifat khushuushiyyah dari Khowarij adalah seperti yang diungkapkan oleh Ibnu Hazm dalam al-Fishol Fii al-Milal Wa an-Nihal Wa al-Ahwaa':

ومن وافق الخوارج من إنكار التحكيم وتكفير أصحاب الكبائر والقول بالخروج على أئمة الجور وأن أصحاب الكبائر مخلدون في النار وأن الإمامة جائزة في غير قريش فهو خارجي وإن خالفهم فيما عدا ذلك مما اختلف فيه المسلمون خالفهم فيما ذكرنا فليس خارجيا

"Barangsiapa menyepakati Khowarij dalam perkara pengingkaran tahkim (antara Ali dan Mu'aawiyah rodhiyalloohu'anhuma), pengkafiran pelaku dosa besar (yaitu maksiat, bukan kekufuran), pendapat bolehnya berontak atas pemerintah yang bermaksiat, pendapat bahwa pelaku dosa besar (yaitu maksiat) kekal di neraka, dan pendapat bolehnya kepemimpinan (kekhilafahan) untuk orang selain dari suku Quroisy, maka orang ini adalah Khoriji (yaitu bentuk tunggal dari Khowarij), walaupun dia menyelisihi mereka pada selain perkara-perkara ini. (Tetapi apabila dia) menyelisihi Khowarij pada perkara-perkara ini, dia bukanlah Khoriji."

Berarti al-Baghdaadi tidak memiliki satupun sifat khushuushiyyah atau Ushul atau Qowaa'id dari Khowarij. Berarti makalah di atas adalah kedustaan atasnya. Bertakwalah kepada Alloh!!! Ingatlah hari dimana semua amal akan ditampakkan dan diadili!!!

Kalau ada yang menuduh bahwa Daulah mengkafirkan pelaku dosa besar dan mengkafirkan orang yang tidak mau berbaiat kepadanya, sudah pasti orang ini tidak tahu realita yang terang benderang seperti matahari di siang bolong!!!

(13). Syubhat Ketigabelas

"Daulah itu membunuhi kaum muslimin menurut anggapan mereka".

Bantahan :

Kalau masalah membunuhi kaum muslimin, siapakah yang disebut kaum muslimin???

- Orang Syi'ah Rofidhoh yang kafir itu...

- Orang yang bertawalli kepada FSA, Jabhah Islaamiyyah, dan lainnya yang murtad karena pro Demokrasi...

- Atau Mujaahidin yang memerangi???

Kalau point 1 dan 2, sudah pasti mereka bukanlah kaum muslimin. Mengenai point 2 secara khusus, kalau ada yang tidak tahu bahwa tujuan FSA dan lainnya itu adalah pro Demokrasi, lalu masuk barisan mereka, MAKA DIUZUR (ALIAS TIDAK DIKAFIRKAN). Akan tetapi apakah perang bisa memilih-milih!!??

Kalau Mujahidin yang memerangi, sudah pasti mereka dianggap Bughot Muslim dan tidak kafir. Tetapi tetap saja harus diperangi sampai tunduk dengan kekuasaan al-Baghdaadi yang sudah sah.

Renungilah Surat al-Hujuraat ayat 9:

فإن بغت إحداهما على الأخرى فقاتلوا التي تبغي حتى تفيء إلى أمر الله

Berkata at-Thabari dalam tafsirnya:

يقول: فإن أبَت إحدى هاتين الطائفتين الإجابة إلى حكم كتاب الله له، وعليه وتعدّت ما جعل الله عدلا بين خلقه، وأجابت الأخرى منهما (فَقَاتِلُوا الَّتِي تَبْغِي) يقول: فقاتلوا التي تعتدي، وتأبى الإجابة إلى حكم الله (حَتَّى تَفِيءَ إِلَى أَمْرِ اللَّهِ) يقول: حتى ترجع إلى حكم الله الذي حكم في كتابه بين خلقه

“Jika salah satu dari kedua kelompok ini menolak memenuhi tuntutan penegakkan hukum kitabulloh atasnya dan melanggar apa yang Allah menjadikannya suatu keadilan di kalangan makhluk-Nya, sedangkan kelompok yang lainnya memenuhi tuntutan tersebut, perangilah kelompok yang melanggar dan menolak memenuhi tuntutan penegakkan hukum kitabulloh atasnya, sampai mereka kembali kepada hukum Allah dalam kitabnya yang ditegakkan di kalangan makhluk-Nya.”

Bukankah taat kepada pemerintah yang sah itu adalah memenuhi tuntutan penegakkan hukum kitabulloh!!??

Apakah berperang melawan sesama muslim karena ta'wil belum pernah dilakukan oleh Para Sahabat Nabi rodhiyalloohu'anhum!!??

Apakah tidak tahu bahwa kaum muslimin pernah membunuh al-Yaman, yaitu bapaknya Huzaifah rodhiyalloohu'anhum pada perang Uhud karena takwil!!??

Apakah tidak tahu bahwa Kholid bin al-Walid pernah membunuhi suku Bani Jadziimah yang telah berislam karena takwil!!??

Apakah tidak tahu bahwa Suku Khuzaa'ah yang berislam pernah membunuh orang dari suku Huzail yang telah berislam juga!!??

Apakah tidak tahu kisah perangnya barisan Ali yang sah melawan barisan Tholhah, Zubair, dan Aa'isyah rodhiyalloohu'anhum pada perang Jamal!!??

Apakah tidak tahu kisah perangnya barisan Ali yang sah melawan barisan Mu'aawiyah rodhiyalloohu'anhum pada perang Shiffin!!??

Apakah...apakah...!!??

Sekali lagi, kalau membunuhi kaum muslimin, sudah pasti banyak dari pihak Daulah juga terbunuh oleh Jabhah an-Nushroh, Ahrar Syam, dan lainnya. Lihatlah:

- http://dawlaisis.blogspot.com/2014/06/blog-post.html,

- http://justpaste.it/fo9b,

- http://justpaste.it/f62o,

- http://justpaste.it/fkgi,

- http://justpaste.it/fmwj,

- http://justpaste.it/edag,

- http://dawlaisis.blogspot.com/2014/05/blog-post_22.html.

(14). Syubhat Keempatbelas

"Daulah adalah ba'tsiyyiin gaya baru karena banyak mantan anggota partai Ba'ts menurut anggapan mereka".

Bantahan :

Adapun syubhatnya Abu Ahmad, itu adalah syubhat-syubhat yang telah kami bahas dahulu di tulisan yang lain. Maka kami ulangi lagi:

MALIK IHSAN AL-'UTAIBI yang menta'diil ceritanya Abu Ahmad adalah seorang pendusta yang menisbatkan dirinya sendiri ke Qobilah 'Utaibah, lalu Qobilah 'Utaibah sendiri menolaknya mentah-mentah. Lihatlah:

عتيبة الهيلا: إدعاء اللصيقه مالك إحسان إنتسابه لقبيلة الزود زور وبهتان وكذب

otban.blogspot.com

Pertama kali ceritanya Abu Ahmad itu muncul di:

http://twitmail.com/.../الحقـائِقُ-المُخفـاة-حَوْل-دولة-ا...---

Lagi pula Abu Ahmad itu majhul, maka tidak boleh bersandar kepada khobar-khobar seperti ini.

Terlebih lagi Abu Ahmad itu sanadnya mu'dhol sampai al-Baghdaadi. Maka tambah lemah lagi.

Terlebih lagi Abu Ahmad ternyata hanya memakai sumber-sumber tertulis yang dusta dan tidak menyaksikan langsung.

قال شاكر الأديب: من الأمور التي بت أؤمن بها تماماً أنه لا

يوجد أحد ممن يدعون الحيادية صادق في ادعائه

وكل من يدعي الحيادية يأتي في النهاية مكبوباً على وجهه ساقطاً في معسكر أعداء الدولة. اه

مثال: القنيبي - المحيسني ..... وآخرهم أبو قتادة المصري صاحب سلسلة الفتنة المكونة من 990 ساعة . هذا أولاً

ثانياً: أريد أن أحسد هذا الكذاب صاحب الكلام على جَلَده واحترافه في تجميع القصاصات من هنا وهناك ونسجها في إطار جديد وكأنها من كيسه. اه

كل ما ذكره الكذاب هو تجميع من هنا وهناك من صفحات التويتر. بعض مصادره ذكرها سريعاً في سياق الكلام والبقية أهملها ليوهمنا أنه صاحب الكلام: من مصادره: الكذاب صاحب حساب ويكليكس دولة البغدادي

ومن مصادره: الشيخ أبو عمر الدليمي صاحب القصة الحصرية لاستشهاد أبو مصعب الزرقاوي رحمه الله ومن مصادره: وكر "عرين الأسود" التابع لجبهة الجهلاني: العطوي والكويتي وعطية العكيدي وأبو عزام الفلسطيني

ومن مصادره: الكذاب مسيلمة الغنامي

يكفي ذكر هذه المصادر والبقية يعرفها الكذاب صاحب القص واللصق وتجميع القصاصات وإعادة ترقيعها في قصة واحدة تبدو لمن يجهلها أنها مُحكَمة الحبك فينخدع بها ويصدقها. اه

28 03 2014, 08:14 PM

http://www.muslm.org/vb/archive/index.php/t-530091.html

Terlebih lagi Abu Ahmad sudah menyetujui bahwa ba'tsiyyiin itu telah bertaubat:

١٧٧- يعترضُ البعض على ذِكْري بأن هؤلاء الأشخاص كانوا -بعثية- وكانوا ضباطاً عند -صداماً- . اه

ويقولون أليس لهم مِنْ توبة ؟ و لماذا تذكرهم هكذا . اه

١٨٠- من المؤكد أن التوبة تُقبل عند الله وعند الناس . اه

ولكن للتوبة شروطاً وأهمها : الندم على قتل المسلمين الذين سفكوا دماءهم سابقاً . اه

وليس التمادي بالقتل الآن . اه

عدا عنْ أنَّ حالهم الآن مِنْ تنفيذ طلبات -البعْثِ في سُوريا- لِمُحاولة -إجهاض جهاد الشام-والتنسيق مع -الاستخبارات السورية- وخاصة -حجي بكر والعلواني- وغيرهم . اه

وأيضاً :-التائب- من الردة المغلظة . اه

ومن الحكم بغير ما أنزل الله وفرض ياسق جديد . اه

لا يُولّى ولا يُستخدم في حمْل السلاح فـ كيف بتأميرهم على دولتين -العراق و الشام- . اه

والتائبِ من الردة مِنْ أول ما يفعلُهْ هو تقدير وتقييـم العلماء وخاصة الذين كان يحاربُهم أيام كُـفره .-الظواهري كـ مثال- .وليس العكْس , الطعن فيهم والعصيان والانشقاق عنهم . اه

والتائب من الردة المغلظة ينتهج نهج السابقين من -أهل الجهاد- ولا يطعن فيهم ويخرج عن منهجهم ويتبع نهج الخوارج -فـَهُمْ بعثيون يتصنعون الدين فيـُفْضحون- . انتهى

Kalau sudah taubat, sudah pasti haram diungkit-ungkit lagi kesalahan yang lalu.

Adapun pengangkatan mereka menjadi panglima dan lainnya, bukankah Nabi sendiri yang mengangkat dan mengutus Khoolid bin al-Waliid kepada Bani Jadziimah, padahal dia baru masuk Islam sekitar satu tahun lebih???

Kalau khobar-khobar seperti itu tidak jadi hujjah dalam ahkaam, kenapa bisa jadi hujjah dalam masalah dimaa' wa a'roodh (darah dan kehormatan) ???

Adapun masalah Haji Bakr, 'Ulwaani, Abu Anas al-'Irooqi, dan lainnya yang dituduh sebagai mata-mata Rezim Suriah atau bekerja untuk Suriah, ini adalah tuduhan yang tidak berdasar yang berasal dari orang majhul yang tidak dikenal semisal Abu Ahmad tersebut dan orang-orang yang katanya ditangkap oleh FSA. Apalagi FSA itu murtad karena merupakan pembela Demokrasi dan sedang berselisih dengan pihak Daulah. Lihatlah piagam FSA pada:

http://mudzaakarah.blogspot.co.id/2015/12/tanggapan-saudara-kami-reza-m-terhadap.html.

Berarti informasi-informasi FSA yang berkaitan dengan Daulah tidak dapat diterima, karena mereka muttaham. Jadi kami meragukan kebenaran pengakuan para tawanan FSA tersebut, karena bisa saja mereka antek-antek FSA juga. Kalaupun orang-orang yang ditawan itu benar-benar mujahidin Daulah, sudah pasti berita dari mereka juga tidak bisa diterima karena mereka sedang ditawan. Menurut sebagian ulama penawanan adalah ikraah (paksaan). Lihatlah:

"PEMBAHASAN DEFINISI "AL-IKRAAH" (PAKSAAN)".

Jadi mereka terpaksa mengatakannya.

Lagipula kalau memang Haji Bakr, 'Ulwaani, dan Abu Anas al-'Irooqi tersebut adalah antek Rezim Suriah, sudah pasti tidak ada bukti bahwa Abu Bakr al-Baghdaadi mengetahui dan menyetujui tindakan mereka tersebut, terlebih lagi tidak ada bukti bahwa Abu Bakr al-Baghdaadi adalah antek Rezim Suriah. Jadi hukum orang-perorang bukanlah hukum jama'ahnya dalam kasus ini.

Kalau Daulah adalah antek Rezim Suriah, mengapa Daulah memerangi Rezim tersebut, membuka Mahkamah Syari'ah, menegakkan huduud, mengkafirkan Syi'ah Nushoiriyyah, dan menjamin keamanan warga yang berada dalam daerah kekuasaan Daulah?

Berikut ini kami nukilkan bukti bahwa Daulah memerangi Rezim Suriah dari link-link media yang membenci Daulah:

http://internasional.kompas.com/read/2014/08/29/08484651/ISIS.Bunuh.Puluhan.Serdadu.Suriah,

http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140828_isis_bunuh_tentara_suriah,

http://www.tempo.co/read/news/2014/08/07/115597975/ISIS-Membunuh-Puluhan-Serdadu-Suriah,

http://news.detik.com/read/2014/08/28/170600/2675302/1148/isis-tembak-mati-puluhan-tentara-suriah?nd772204btr, dan lainnya dari media dalam dan luar negeri.

Adapun yang terjadi pada tanggal 10 Februari 2014, itu adalah hari ketika Pihak Daulah memerangi tentara Nushoiriyyah di kota Ghouthoh di Damaskus dengan sandi Aytaam al-Ghouthoh. Lihatlah:

https://www.youtube.com/watch?v=lV7hdURIVSE,:

https://archive.org/details/Dawla55,:

http://www.muslm.org/vb/showthread.php?528750, dan lainnya.

Maka Syed Mod Radhi Syed Sakkaf sangat keliru ketika menyatakan pada hari Kamis (16/10/2014) bahwa telah terbongkar kesepakatan jahat antara Pihak Daulah dengan Rezim Suriah Nushoiriyyah tersebut pada tanggal 10 Februari 2014. Lalu sebenarnya pernyataan Syed Mod Radhi Syed Sakkaf hanya berasal testimoni orang-orang FSA, seperti yang terdapat pada:

http://syriageneva2.org/?p=242&lang=en.

Maka ini tertolak, karena orang-orang FSA itu muttaham. Lagipula Kantor Departemen Intelijen Umum untuk Revolusi Suriah membantah tuduhan media massa bahwa Mujahidin Daulah Islam Iraq dan Syam diinfiltrasi atau disusupi oleh rezim Syia'h Nushoiriyyah Bashar Assad. Lihatlah:

http://shoutussalam.com/2014/02/intelijen-revolusi-suriah-tampik-tuduhan-media-bahwa-isis-disusupi-rezim-syiah-assad/

http://www.muslm.org/vb/showthread.php?528357, dan lainnya.

Ternyata Afiliasi FSA-lah yang bergabung dengan Rezim Suriah, lalu mereka dikecam oleh Pihak Daulah. Lihatlah:

http://shoutussalam.com/2014/02/pernyataan-isis-terkait-kesepakatan-damai-fsa-dan-tentara-nushairiyyah-di-damaskus/

http://www.hanein.info/vb/showthread.php?t=352456, dan lainnya.

(15). Syubhat Kelimabelas

"Daulah itu tidak berada di atas Islam sama sekali alias kafir".

Bantahan :

Kalau seseorang percaya kepada pernyataan asy-Syatsri, Abdul Aziz Aalu Syaikh, 'Ar'ur yang asal tuduh itu, berarti orang itu menyetujui takfir mutlak tanpa dalil dan penghalalan darah kaum muslimin yang bergabung dengan Daulah. Berarti merekalah yang Khowarij.

Lihatlah Bantahan terhadap asy-Syatsri dan lainnya pada:

http://mudzaakarah.blogspot.co.id/2015/12/tanggapan-saudara-kami-reza-m-terhadap.html.

(16). Syubhat Keenambelas

"Daulah tidak mau menyelesaikan perselisihan dengan jabhah-jabhah lainnya di mahkamah syar'iyyah yang dibentuk oleh jabhah-jabhah lainnya".

Bantahan :

Daulah Islaamiyyah adalah sebuah negara dengan Kholifahnya yang sah, yaitu Abu Bakr al-Baghdaadi al-Huseini al-Qurosyi hafidhahullah. Menurut kami, beliau sudah sah menjadi seorang kholifah sebelum ataupun sesudah pendeklarasian khilafahnya karena syarat-syarat sebagai seorang kholifah telah terpenuhi dan tidak ada penghalang walaupun dahulu kekuasaannya masih terbatas di Irak.Syarat-syaratnya adalah bahwa dia adalah seorang muslim, laki-laki, baligh, berakal, dan dari suku Quroisy, dapat menegakkan agama, mutlaq qitaal, dan mutlaq ittiqaa' dengan adanya daar, mana'ah, dan syaukah. Sebagiannya sudah dibahas pada pembahasan "Syubhat Ketujuh".

Jadi, semua orang harus tunduk kepadanya sepanjang sesuai dengan al-Qur'an dan as-Sunnah, dan tidak boleh memberontak kecuali jika melihat kekufuran yang nyata, sesuai hadis 'Ubaadah bin ash-Shoomit rhodhiyalloohu'anhu:

وأن لا ننازع الأمر أهله إلا أن تروا كفرا بواحا عندكم من الله فيه برهان

"(Nabi mengambil bai'at kami) agar tidak memberontak dari pemerintah yang sah kecuali kalian melihat kekufuran yang nyata yang kalian memiliki burhannya dari Allah (yang menunjukkan bahwa perbuatan itu adalah kekufuran-pent)."

Kalau ada pihak-pihak yang memiliki kekuatan tempur tidak mau tunduk kepadanya mereka sudah pasti dihukumi sebagai bughot yang harus diperangi sesuai Surat al-Hujuraat ayat 9. Contohnya di zaman Sahabat Nabi rodhiyalloohu'anhum adalah diperanginya Mu'aawiyah oleh Ali bin Abi Thoolib rodhiyalloohu'anhuma karena Mu'aawiyah tidak mau tunduk dan berbai'at kepada Ali rodhiyalloohu'anhuma.

Maka apakah jabhah-jabhah yang statusnya itu wajib diperangi bisa memaksa Daulah Islaamiyyah untuk diadili di mahkamah syar'iyyah yang dibentuk oleh mereka? Jawabannya sudah pasti tidak bisa karena mereka wajib diperangi sehingga tidak punya kekuasaan untuk memaksa kecuali dengan kerelaan Daulah Islaamiyyah seperti relanya Ali mengadakan tahkim dengan Mu'aawiyah rodhiyalloohu'anhuma. Kalau tetap memaksa, mereka harus lebih diperangi lagi karena perbuatan mereka itu.

Kalau ada yang berkata: "Tidak boleh memerangi pihak yang dianggap bughot hanya karena tidak mau tunduk kepada kekuasaan pemerintah yang sah, melainkan harus terjadi 'iqtitaal' terlebih dahulu di antara kedua pihak lalu seruan kepada keduanya untuk mengadakan 'ishlaah' lalu siapa yang tidak mau mengadakan 'ishlaah' barulah dinamai sebagai bughot sebenarnya dan boleh diperangi. Karena kata ganti 'هما' pada ayat 'فإن بغت إحداهما' (Surat al-Hujuraat ayat 9) kembali kepada kedua pihak muslim yang sedang terjadi 'iqtitaal' di antara keduanya, bukan kembali kepada pihak muslim yang tidak berperang. Lihatlah Minhaaj as-Sunnah an-Nabawiyyah karya Syaikhul-Islam Ibnu Taimiyyah juz 4 halaman 503."

Tanggapan kami adalah bahwa kalau memang jabhah-jabhah yang memiliki kekuatan tempur dan memiliki imtina' (penjagaan dari kelompok selainnya) tidak mau tunduk kepada pemerintah yang sah berarti ini adalah kemungkaran menurut kami. Sudah pasti mereka boleh diperangi kalau pemerintah yang sah meyakini bahwa akan tercipta "mashlahah raajihah" dalam memerangi mereka. Dalil pembolehannya adalah hadis riwayat Muslim dari jalur Abu Sa'iid al-Khudri rodhiyalloohu 'anhu dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam:

من رأى منكم منكرا فليغيره بيده ، فإن لم يستطع فبلسانه ، فإن لم يستطع فبقلبه ، وذلك أضعف الإيمان

"Barangsiapa melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Apabila tidak mampu, maka ubahlah dengan lisannya. Apabila tidak mampu, maka ubahlah dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman."

(17). Syubhat Ketujuhbelas

"Daulah itu berdiri tanpa persetujuan dari al-Qaeda pusat padahal Daulah itu sudah berbai'at kepada al-Qaeda pusat".

Bantahan:

Pernyataan itu adalah keliru. Yang benar adalah bahwa orang-orang yang tergabung dalam Daulah sebelum membentuk Daulah telah berbai'at kepada al-Qaeda. Bukankah Abu 'Umar al-Baghdaadi dan Abu Bakr al-Baghdaadi itu termasuk orang Quraisy, muslim, baligh, berakal? Bukankah keduanya didukung pasukan tempur? Bukankah keduanya sudah menguasai wilayah tempat keduanya membuat Daulah 'Iraq dan lainnya? Bukankah tujuan keduanya itu adalah menegakkan hukum Allah dengan membuat Daulah? Kalau begitu bukankah sudah terkumpul padanya syarat-syarat menjadi kepala negara secara syar'i sesuai pembahasan dalam bantahan terhadap syubhat "Kedua", "Ketujuh", dan "Keenambelas"? Bukankah al-Qaeda itu hanya organisasi bukan suatu negara?

Kalau Abu 'Umar al-Baghdaadi dan Abu Bakr al-Baghdaadi sudah terkumpul padanya syarat-syarat menjadi kepala negara, berarti keduanya sama sekali tidak boleh menahan diri untuk mendeklarasikan negaranya hanya sekedar demi mendapat restu al-Qaeda karena berarti keduanya telah menyelisihi dua hadis berikut.

Hadis yang dikeluarkan oleh al-Bukhari dari jalur Mu'aawiyah bin Abi Sufyaan bin Harb rodhiyalloohu 'anhuma dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam:

إن هذا الأمر في قريش لا يعاديهم أحد إلا كبه الله في النار على وجهه ما أقاموا الدين

"Sesungguhnya pemerintahan ada pada Quroisy, dan tidaklah seorang pun yang memusuhi mereka kecuali akan di telungkupkan oleh Allah pada wajahnya, selama bisa menegakkan agama."
Dan hadis yang dikeluarkan oleh al-Bukhari dan Muslim (Muttafaqun 'alaih) dari jalur 'Aashim bin Muhammad dari bapaknya dari Abdullah bin 'Umar rodhiyalloohu 'anhuma dari Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam:

لا يزال هذا الأمر في قريش ما بقي منهم اثنان

"Senantiasa pemerintahan ada pada Quroisy walaupun hanya tersisa dua orang." Apalagi al-Qaeda hanya organisasi belaka bukan suatu negara. Sejak kapan kepala negara harus tunduk kepada organisasi yang tidak punya wilayah?

Berkata al-Imaam Ibnu Hazm dalam "al-Muhalla Bil-Aatsaar" (tahqiq al-Bundaari, cetakan Daar al-Fikr di Beirut-Libanon pada tahun 1421 Hijriyyah) juz 8 halaman 421:

حديث ابن عمر أعم من حديث معاوية ، وهذان الخبران - وإن كانا بلفظ الخبر - فهما أمر صحيح مؤكد ، إذ لو جاز أن يوجد الأمر في غير قريش لكان تكذيبا لخبر النبي صلى الله عليه وسلم وهذا كفر ممن أجازه . فصح أن من تسمى بالأمر والخلافة من غير قريش فليس خليفة ، ولا إماما ولا من أولي الأمر ، ولا أمر له - : فهو فاسق عاص لله تعالى ، هو وكل من ساعده أو رضي أمره ، لتعديهم حدود الله تعالى على لسان رسول الله صلى الله عليه وسلم . اه

"Hadis Ibnu 'Umar lebih umum daripada hadis Mu'aawiyah dan keduanya adalah pengkabaran, walaupun dengan redaksi pengkabaran, keduanya merupakan perintah yang sah dan ditekankan karena jika ada pemerintahan pada selain Quroisy berarti telah mendustakan pengkabaran Nabi shollalloohu 'alaihi wasallam, dan ini merupakan kekafiran bagi yang membolehkannya. Maka telah sah bahwa orang yang dinamai pemerintah atau kholifah tetapi dari selain Quroisy berarti dia bukan kholifah, bukan imam, bukan pemerintah, dan tidak ada pemerintahan untuknya (secara syar'i). Dan dia adalah fasik dan bermaksiat kepada Allah Ta'aala, begitu juga orang yang membantunya dan meridainya sebagai pemerintah karena mereka telah melanggar batasan-batasan Allah yang diturunkan melalui lisan Rasul-Nya shollalloohu 'alaihi wasallam."

Kalau al-Qaeda tidak mau berbai'at dan malah memerangi Daulah, berarti al-Qaeda adalah bughot yang wajib diperangi jika terdapat "mashlahah raajihah" dalam memerangi mereka sesuai bantahan terhadap syubhat "Keenambelas".

Demikianlah penyebutan syubhat-syubhat dan bantahannya, sebetulnya masih banyak syubhat lagi, tetapi menurut kami syubhat-syubhat inilah yang paling layak untuk dibantah.

Alhamdulillah, semoga Allah memberikan kepada kita keistiqomahan di jalan yang benar sampai akhir hayat, aamiin.