Puisi Seorang Mujahidin

Minggu, 13 Januari 2013

Ka’bah Bukan Berhala

Mengapa Ummat Islam Berkiblat

Pada Ka’bah…?


 418004_236621199805262_1120739376_n
Kali ini ana tujukan untuk saudara2 ana dinegeri kafir karna begitu gigihnya orang orang kafiir memurtadkan orang islam dan mungkin pembahasan kali ini pertanyaan yg sering ditanyakan orang kafir kepada orang islam diantara sekian banyak pertanyaan adalah mengenai Ka’bah sebagai berhala.

Sabtu, 12 Januari 2013

Demokrasi Dalam Tinjauan Islam

democrazy call for kafirs

Sesungguhnya perbedaan Islam dengan demokrasi adalah perbedaan yang sangat prinsip. Demokrasi adalah sebuah dien, sebagaimana Yahudi, Nasrani, Komunisme, Hindu, Budha dan lainnya. Kesyirikan dan kekufuran demokrasi nampak jelas bila ditimbang dengan timbangan Islam.  

1- Demokrasi tertolak sejak dari sumbernya.

Konsep demokrasi muncul dari masyarakat Yunani Kuno, yaitu ketika filosof Pericles mencetuskan konsep ini pada tahun 431 SM. Beberapa filosof lain seperti Plato, Aristoteles, Polybius dan Cicero ikut menyempurnakan konsep ini. Meski demikian selama ratusan tahun konsep ini tidak laku. Demokrasi baru diterima dunia Barat 17 abad kemudian, yaitu pada masa Renaisance dipelopori oleh filosof Machiaveli (1467-1527), Thomas Hobbes (1588-1679), Jhon Locke (1632-1704), Montesquie (1689-17550 dan Jean Jackues Rousseau (1712-1778) sebagai reaksi atas keotoriteran monarki dan gereja.[1]

Sumber demokrasi jelas para filosof bangsa penyembah berhala yang tidak mengenal Allah dan Rasulullah. Konsep ini baru diterima manusia 1700 tahun semenjak kelahirannya, juga melalui para filosof Nasrani Eropa. Dari sini jelas, Islam menolak demokrasi karena konsep ini lahir semata-mata dari akal orang-orang kafir, sama sekali tidak berlandaskan wahyu dari Allah Ta’ala.