Puisi Seorang Mujahidin

Minggu, 06 Maret 2016

BANTAHAN TERHADAP QUBURIYYUN, SYIAH DAN PENDENGKI KHILAFAH ISLAMIYYAH YANG MENGGUNAKAN ATSAR ALI BIN ABI THALIB DALAM MENYESATKAN DAULAH ISLAMIYYAH

بسم الله الرحمن الرحيم

Segala puji bagi Allah Rabb semesta alam. Shalawat dan salam senantiasa tercurahkan kepada junjungan mulia rasulullah, keluarga dan para sahabatnya.

Ya Allah, karuniakanlah kami cinta yang jujur kepada nabi-Mu, Ash-Shadiq Al-Mashduq.

Ikhwah fillah a’azzakumullah

Kita telah berulang kali membaca hadits yang sering dibawakan oleh mereka yang senantiasa menyerang mujahidin Daulah Islam. Hadits mauquf atau atsar Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu itu dijadikan senjata untuk mereka untuk menyesatkan umat tentang Daulah Islam.

Dari yang mengaku ahlussunnah dari kalangan Aswaja (sungguh mereka bukan Ahlussunnah) sampai yang mengaku pengusung Dakwah Tauhid wal Jihad.

Atas idzin Allah ‘Azza wa Jalla, kami yang dha’if ini akan membahas tentang hadits atau atsar yang menjadi barang dagangan mereka untuk memuaskan hawa nafsunya dalam menyerang wali-wali Allah yang telah menegakkan kewajiban yang paling wajib yang dibebankan oleh Allah, Iqomatuddin dan Tanshibul Imam.

Berikut adalah atsar yang menjadi barang dagangan mereka:

قال نعيم بن حماد في الفتن (573):حَدَّثَنَا الْوَلِيدُ، وَرِشْدِينُ، عَنِ ابْنِ لَهِيعَةَ، عَنْ أَبِي قَبِيلٍ، عَنْ أَبِي رُومَانَ، عَنْ عَلِيِّ بْنِ أَبِي طَالِبٍ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: «إِذَا رَأَيْتُمُ الرَّايَاتِ السُّودَ فَالْزَمُوا الْأَرْضَ فَلَا تُحَرِّكُوا أَيْدِيَكُمْ، وَلَا أَرْجُلَكُمْ، ثُمَّ يَظْهَرُ قَوْمٌ ضُعَفَاءُ لَا يُؤْبَهُ لَهُمْ، قُلُوبُهُمْ كَزُبَرِ الْحَدِيدِ، هُمْ أَصْحَابُ الدَّوْلَةِ، لَا يَفُونَ بِعَهْدٍ وَلَا مِيثَاقٍ، يَدْعُونَ إِلَى الْحَقِّ وَلَيْسُوا مِنْ أَهْلِهِ، أَسْمَاؤُهُمُ الْكُنَى، وَنِسْبَتُهُمُ الْقُرَى، وَشُعُورُهُمْ مُرْخَاةٌ كَشُعُورِ النِّسَاءِ، حَتَّى يَخْتَلِفُوا فِيمَا بَيْنَهُمْ، ثُمَّ يُؤْتِي اللَّهُ الْحَقَّ مَنْ يَشَاءُ»

Nu’aim bin Hamad berkata dalam Al-Fitan (573) : telah mengabarkan kepada kami Al-Walid dan Risydindari Ibnu Luhi’ah dari Abi Qabil dari Abi Ruman dari Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu beliau berkata,

“Jika kalian melihat panji hitam, maka tetaplah pada bumi (tempat kalian), janganlah kalian gerakkan tangan dan kaki kalian. Lalu muncullah kaum yang lemah. Hati mereka seperti batangan besi (keras). Mereka pemilik negara. Mereka tidak menepati janji dan kesepakatan.
Mereka menyeru kepada Al-Haq sedangkan mereka bukan termasuk dari pengusungnya. Nama-nama mereka adalah kunyah (menggunakan kata abu), nisabat mereka menggunakan nama daerah. Rambut mereka terurai seperti wanita hingga mereka berselisih di antara mereka. Lalu Allah mendatangkan kebenaran kepada siapa sajayang Allah kehendaki”.

Sebelum masuk ke dalam pembahasan shahibul fitan dan perawi yang ada dalam atsar tersebut, sesungguhnya hadits-hadits Ar-Rayatusu Sud (panji hitam), baik itu Marfu, Mauquf atau Maqthu’ kebanyakan munkar (dha’if) sebagaimanayang dijelaskan oleh Syaikh Abu Shuhaib Khalid bin Mahmud bin Ali bin Hamdan Al-Hayik Al-Hasyimi An-Naufaly Al-Husainy dalam maqolahnya Minahul Wadud Fi Bayan Thuruq Ahadits Ar-Rayat As-Suud .

Yang meriwayatkan atsar ini adalah Abu Abdillah Nu’aim bin Hamad bin Mu’awiyah bin Al-Harits bin Hammam bin Salmah bin Malik Al-Khuza’i Al-Marwazi.

Imam Adz-Dzahabi mengatakan tentang beliau dalam kitabnya Siyar A’lamin Nubala (10/595) bahwa beliau adalah Imam Allamah Hafizh.

Namun, dengan keimamahan dan keulamaan beliau, beliau banyak meriwayatkan hadits-hadits munkar terutama dalam kitabnya Al-Fitan. Imam Adz-Dzahabi berkata dalam kitabnya Dzikru Asma’ Man Takallama Fiihi wa Huwa Mutsiq (hal 184-185),

351 نعيم بن حماد خ مقرونا د ت ق حافظ وثقه أحمد وجماعة واحتج به البخاري وهو من المدلسة ولكنه يأتي بعجائب قال النسائي ليس بثقة وقال أبو الفتح الأزدي قالوا كان يضع الحديث وكذا أبو أحمد بن عدي وقال أبو داود وعنده نحو عشرين حديثا لا أصل له
“351

Nu’aim bin Hamad adalah seorang hafizh ditsiqahkan oleh Imam dan Jammah. Imam al-Bukhori berhujjah dengannya. Dia (Nu’aim) termasuk dari muddallis akantetapi ia membawa hal-hal yang aneh. An-Nasa’i “ia tidak tsiqoh”, Abul Fath Al-Azdy mereka berkata

“Adalah ia (Nu’ai) memalsukan hadits. Demikian juga Abu Ahmad bin Ady. Dan berkata Abu Dawud “Dia memiliki 20 hadits yang tidak ada asalnya”.

Akantetapi Imam Al-Bukhory selektif dalam meriwayatkan dari Nu’aim. Terutama dalam kitab Al-Fitanini, Imam Adz-Dzahabi berkata, “Tidak dibenarkan bagi seseorang berhujjah dengannya. Ia mengarang kitab Al-Fitan, ia membawakan sesuatu yang aneh-aneh dan munkar-munkar di dalam kitab tersebut”.

Sementara Ibnu Luhai’ah, didha’ifkan, Waki’ dan Ibnul Mahdi. Namun Yahya bin Ma’in masih memilih Ibnu Luhai’ah dibandingkan Rasydin, (silahkan rujuk tarjamah Ibnu Luhai’ah di kitab Tahdzibul Kamal karya Al-Mazzy dan Tahdzibut Tahdzib karya Imam Ibnu Hajar Al-Asqollany). Abdul Karim bin Abdurrahman An-Nasa’i dari ayahnya,”Ia (Ibnu Luai’ah) tidak tsiqoh”.
Adapun Abu Ruman Al-Iskandary, berkata Ibnu Hajar dalam Lisanul Mizan (3/286)
” قال ابن يونس واسم أبي رومان عبد الملك بن يحيى بن هلال الإسكندراني مولى المعافري كان يسكن الإسكندرية ويقال كان أصله من المغرب وكان من أصحاب بن وهب وهو ضعيف الحديث روى مناكير توفي في شوال سنة ست وخمسين ومائتين.

“Berkata Ibnu Yunus, nama Abu Ruman adalah Abdul Malik bin Yahya bin Hilal Al-Iskandary Maula Al-Ma’afiry. Ia tinggal di Alexandria.

Dikatakan bahwa ia berasal dari Maroko. Termasuk dari sahabat Ibnu Wahab. Ia dha’iful hadits dan meriwayatkan munkar-munkar. Wafat pada bulan Syawwal 156 H”.

Adapun Risydin adalah dha’if. Maka, Syaikh Dr Khalid Al-Hayik, ulama pakar hadits dari Yordania dan juga keturunan Imam Husein bin Ali radhiyallahu ‘anhuma, mengatakan bahwa atsar ini adlah MUNKAR.

Maka, tidak dibenarkan berhujjah dan berdalil menggunakan atsar ini. Sekalipun atsar ini shaih, tidak dibenarkan pula menggunakannya dan mengaplikasikannya untukmevonis menyesatkan salah satu kelompok, apalagi sampai memastikannya.

Inilah yang biasa dilakukan oleh Quburiyyun, dimana mereka menjadikan hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam tentang munculnya tanduk Syaithan dari Nejed untuk memvonis sesat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab.

Maka, tidak dibenarkan cara mereka yang ghalath dalam memfitnah dengan menggunakan dalil yang diyakini dengan mujmal lalu diterapkan pada nawazil, waqi’, a’yan atau jama’aat sesuai dengan hawa nafsu mereka. Hal bisa dilakukan sesuatu bisa dilakukan setelah mengkompromikan dengan dalil-dalil yang lain yang lebi tafshil dan dengan dalil-dalil hukum syar’i lalu diaplikasikan kepada kelompok atau orang yang sesat yang tertera dalam hadits fitan.

Sebagaimana ulama Ahlussunnah menentukan kebenaran ada dipihak Sayyiduna Ali dengan bedalil menggunakan hadits bahwa Ammar bin Yasir terbunuh oleh tangan kelompok baghiyah.

Oleh karena itu, hujjah kalian dalam momvonis sesat terhadap Daulah Islaamiyyah menggunakan atsar ini TERTOTAL JUMLATAN WA TAFSHILAN.

Maka, bertaubatlah sebelum waktunya terlambat.

Rabu, 02 Maret 2016

SESUNGGUHNYA DAULAH ISLAMIYYAH ITU ADALAH JANJI ALLAH TA’ALA

                                            بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم

وَعَدَ ٱللَّهُ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ مِنكُمْ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّٰلِحَٰتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ كَمَا ٱسْتَخْلَفَ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ ٱلَّذِى ٱرْتَضَىٰ لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُم مِّنۢ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًۭا ۚ يَعْبُدُونَنِى لَا يُشْرِكُونَ بِى شَيْـًۭٔا ۚ وَمَن كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَٰٓئِكَ هُمُ ٱلْفَٰسِقُونَ

“Allah telah berjanji kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal-amal yang saleh bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang yang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah diridai-Nya untuk mereka, dan Dia benar-benar akan menukar (keadaan) mereka, sesudah mereka berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tiada mempersekutukan sesuatu apa pun dengan Aku. Dan barang siapa yang (tetap) kafir sesudah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.” [QS. An-Nuur : 55]

Dan itu merupakan ketentuan Allah Ta’ala yang sudah digariskan, di mana bila kaum mu’minin mustadl’afin kembali kepada ajaran Allah dan para thaghut semakin durjana, maka itu adalah awal tanda kehancuran para thaghut dan keberkuasaan orang-orang mu’min :

وَنُرِيدُ أَن نَّمُنَّ عَلَى ٱلَّذِينَ ٱسْتُضْعِفُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَنَجْعَلَهُمْ أَئِمَّةًۭ وَنَجْعَلَهُمُ ٱلْوَٰرِثِينَ وَنُمَكِّنَ لَهُمْ فِى ٱلْأَرْضِ وَنُرِىَ فِرْعَوْنَ وَهَٰمَٰنَ وَجُنُودَهُمَا مِنْهُم مَّا كَانُوا۟ يَحْذَرُونَ

“Dan Kami hendak memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu dan hendak menjadikan mereka pemimpin dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). Dan akan Kami teguhkan kedudukan mereka di muka bumi dan akan Kami perlihatkan kepada Firaun dan Haman beserta tentaranya apa yang selalu mereka khawatirkan dari mereka itu.” [QS. Al-Qashash : 5-6]

Dan Dia sekarang memperlihatkan kepada para thaghut dan aparatnya kehancuran diri dan kekuasaan mereka lewat tangan bala tentara Daulah Khilafah, dan kehancuran mereka akan terus berkelanjutan dan mereka akan jatuh satu demi satu.

Dan itu dikarenakan syari’at jihad di atas kejelasan tauhid ditegakkan oleh Daulah Islamiyyah. Dan ini adalah bukti nyata sabda Rasulullah shallallahu ‘alahi wa sallam.

Al Imam Ahmad meriwayatkan (18406) juga  Ath Ath Thayalisiy (439) dan Al Bazzar (2796) dari Hudzaifah radliyallahu ‘anhu berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها، ثم تكون ملكا عاضا، فيكون ما شاء الله أن يكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون ملكا جبرية، فتكون ما شاء الله أن تكون، ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها، ثم تكون خلافة على منهاج النبوة “.

“Kenabian itu ada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian Dia mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian jadilah khilafah di atas minhaj kenabian, di mana ia berada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian Allah mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian jadilah kerajaan yang menggigit, di mana ia berada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian jadilah kerajaan yang otoriter, di mana ia berada di tengah kalian selama waktu yang Allah kehendaki untuk berada, kemudian mengangkatnya bila Dia berkehendak untuk mengangkatnya. Kemudian muncullah khilafah di atas minhaj kenabian.”

Yaitu fase terakhir umat ini setelah dikungkung oleh mulkan jabariyyah yang satu demi satu berjatuhan di tangan mujahidin Daulah Khilafah yang dengan izin Allah Ta’ala akan sampai ke Indonesia dan bahkan menguasai dunia dengan hukum Allah Ta’ala. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

ليبلغن هذا الأمر ما بلغ الليل والنهار ولا يترك الله بيت مدر ولا وبر إلا أدخل
ه الله هذا الدين بعز عزيز أو بذل ذليل عزا يعز الله به الإسلام وذلا يذل الله به الكفر

“Sungguh urusan ini benar-benar akan sampai ke seluruh penjuru bumi, dan Allah tidak membiarkan satu rumah tembok dan rumah bulu-pun melainkan Dia masukan dien ini ke dalamnya dengan kejayaan orang yang jaya atau dengan kehinaan orang yang hina, kejayaan yang dengannya Allah jayakan Islam dan kehinaan yang dengannya Allah hinakan kekafiran.” [Hadits Riwayat Ahmad]

Ini adalah janji Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, sedangkan beliau itu tidak berkata kecuali berdasarkan wahyu :

مَا ضَلَّ صَاحِبُكُمْ وَمَا غَوَىٰ وَمَا يَنطِقُ عَنِ ٱلْهَوَىٰٓ إِنْ هُوَ إِلَّا وَحْىٌۭ يُوحَىٰ

“Kawanmu (Muhammad) tidak sesat dan tidak pula keliru, dan tiadalah yang diucapkannya itu (Al Qur’an) menurut kemauan hawa nafsunya. Ucapannya itu tiada lain hanyalah wahyu yang diwahyukan (kepadanya).“ [QS. An-Najm : 2-4]

Dan yang dimaksud dengan kehinaan bagi kekafiran di dalam hadits ini adalah bahwa orang-orang kafir asli akan dikalahkan dan bertekuk lutut kepada kekuasaan kaum muslimin, sehingga yang tidak mau masuk Islam di antara mereka mau tidak mau menjadi orang-orang kafir dzimmiy yang harus menunaikan jizyah kepada Daulah Islam, Allah Ta’ala berfirman :

قَٰتِلُوا۟ ٱلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱللَّهِ وَلَا بِٱلْيَوْمِ ٱلْءَاخِرِ وَلَا يُحَرِّمُونَ مَا حَرَّمَ ٱللَّهُ وَرَسُولُهُۥ وَلَا يَدِينُونَ دِينَ ٱلْحَقِّ مِنَ ٱلَّذِينَ أُوتُوا۟ ٱلْكِتَٰبَ حَتَّىٰ يُعْطُوا۟ ٱلْجِزْيَةَ عَن يَدٍۢ وَهُمْ صَٰغِرُونَ

“Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian dan mereka tidak mengharamkan apa yang telah diharamkan oleh Allah dan Rasul-Nya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk.“ [QS. At-Taubah : 29]

Dan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata :

بعثت بالسيف بين يدي الساعة حتى يعبد الله وحده لا شريك له وجعل رزقي تحت ظل رمحي وجعل الذل والصغار على من خالف أمري ومن تشبه بقوم فهو منهم

“Aku diutus dengan pedang sebelum hari kiamat sampai Allah sajalah yang diibadati lagi tidak ada sekutu bagi-Nya, dan rizqi-ku dijadikan dibawah bayangan tombakku, serta kehinaan dan kerendahan dijadikan atas orang yang menyalahi perintahku…” [Riwayat Abu Dawud]

Kita sekarang bisa mengetahui bagaimana orang-orang kafir nasrani di Raqqah dan Mosul mereka menerima menjadi Ahli Dzimmah dan menunaikan jizyah kepada Daulah Khilafah. Sehingga makar atau upaya musuh untuk menghancurkan Daulah Islam ini tidak akan berhasil, dan justru suatu saat nanti Daulah Islam-lah yang akan menghapus negara-negara kafir itu dari peta kekuasaan mereka dan tapal-tapal batas negara-negara itu akan dihapus, dan ini adalah suatu kepastian yang tidak bisa ditolak, dan pada gilirannya akan masuk ke negeri ini dengan izin Allah Ta’ala.

[Abu Sulaiman Al Arkhabiliy]

Source : millahibrahim.wordpress.com

DOWNLOAD VIDEO (HD) :

"TEGAKNYA KHILAFAH, INILAH JANJI ALLAH" : https://www.youtube.com/watch?v=M3F0goGysfI&list=PLlpapZMFGMz80ZrjaCPOS_FQk-5W_atyk

"SATU TAHUN KHILAFAH (RINGKASAN PERJALANAN PANJANG TEGAKNYA KHILAFAH ISLMIYYAH)" : https://ia601308.us.archive.org/4/items/Setahunkhilafah_201507/Setahunkhilafah.mp4

"MENGAPA DAULAH ISLAM (IS) BEGITU KUAT" : https://ia600501.us.archive.org/7/items/MengapaDaulahIslamBegituKuat/Mengapa%20Daulah%20Islam%20Begitu%20Kuat%20.mp4